0816 482 7590. Ahli dan berpengalaman menyusun teks naskah pidato dan sambutan, ahlinaskahpidato@gmail.com

PIDATO CALEG MASA KINI

pidato jokowiMengamati pidato kampanye para caleg, saya melihat saat ini pidato retorika kurang menarik bagi masyarakat. Hal ini karena sebagian masyarakat sudah cukup cerdas mencermati kiprah para caleg. Meskipun sebagian masyarakat cukup pragmatis (minta dikasih sesuatu untuk memilih caleg), namun saya meyakini mereka hanya terpengaruh isu saja. Secara umum masyarakat sejatinya menghendaki caleg yang bersih dan punya kapasitas politik yang baik, yang akan berperan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Kita perlu melihat bagaimana gerakan kampanye di setiap zaman yang berubah.

1. Era perang dunia II (Tahun 40an). Pidato yang hebat adalah pidato ideologis. Pilitisi yang berhasil adalah mereka yang punya ideologi yang kuat dan pemikiran yang cerdas. Contoh yang berhasil adalah Soekarno, Mahatma Gandi dan pemimpin dunia masa itu pada umumnya.

2. Era perang Dingin (Tahun 60an-90an). Pidato yang berpengaruh adalah pidato dengan tema pembangunan dan ekonomi.Konsep pembangunan ekonomi sangat dibutuhkan saat itu baik local, nasional maupun global . Contoh yang berhasil adalah Soeharto, Mahathir Muhamad, Deng Xiao Ping .
3. Era globalisasi. (Tahun 2000n hingga sekarang). Banyak yang mengira dengan era globaslisasi, pidato tentang globalisasi laku, Ternyata tidak. Awalnya mungkin begitu, tapi sekarang tidak lagi. Era globalisasi bukan sekedar pasar bebas melainkan era keterbukaan informasi disertai dengan meningkatnya partisipasi public dalam melakukan aktivitas pembangunan.

Ternyata di era ini politisi yang berhasil adalah yang mendorong partisipasi public, bukan yang bermodal besar, berkuasa dll (Indonesia sedang berproses ke arah itu). Contoh actual adalah Barack Obama dengan facebook twitter untuk mendorong masyarakat ikut membiayai kampanye dan memberikan opini untuk keberhasilan Obama. Di Indonesia Jokowi adalah contoh keberhasilannya dengan melakukan aktivitas “blusukan” yang bukan sekedar memberikan janji tapi menyerap gagasan masyarakat.

Oleh karena itu pidato yang disusun Caleg temanya harus tajam/fokus. Bukan sekedar berjanji mengabdi ke daerah. Ini sangat retoris dan bisa membuat pendengar bosan, atau malah antipati. Jika Caleg sudah punya karya atau gerakan yang riil bermanfaat bagi masyarakat, itu akan sangat membantu dalam menyusun pidato yang cocok. Caleg harus mampu memotret daerah dan mamu merumuskan apa yang perlu dilakukan untuk masyarakat, misalnya, prioritas pembangunan kab XYZ dengan penduduk 2 juta orang adalah:

1. Pembangunan infrastruktur. Perbaiki jalan dengan APBD dan gerakan kerja bakti kebersihan lingkungan seminggu sekali untuk membersihkan saluran air dan memperindah jalan. Jika Bapak sudah melakukan gerakan ini, akan sangat bagus sebagai contoh riil.
2. Pendidikan Gratis SD-SMA. Di sini yang penting bukan hanya menjanjikan biaya gratis, tapi harus dipastikan logika anggarannya, apakah kabupaten punya anggaran sebesar itu. Jika belum bagaimana cara mendorong partisipasi masyarakat melalui kelompok belajar, program donasi misalnya “seribu rupiah sehari” untuk pendidikan. Bapak bisa mulai dari lingkungan terdekat.

3. Gerakan anti narkoba.

Dengan rumusan yang jelas, seorang Caleg mampu membawa diri dengan sukses di daerah pilihannya.

Yang tidak kalah pentingnya, Caleg saat ini harus mampu mendayagunakan internet dan media sosial untuk menjaring dukungan dan partisipasi masyarakat.Akun Facebook bukan sekedar untuk kampanye melainkan untuk menggali aspirasi masyarakat.

 

Sudahkan anda melakukannya?

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design