TEKS PIDATO DUKUNGAN PAJAK

Berikut ini draft pidato karya saya yang merupakan pesanan pejabat

Bapak Pimpinan dan hadirin yang kami hormati,

Berbahagia sekali pada hari ini kita dapat bersilaturahmi antar semua stakeholder perpajakan di Pangkal Pinang. Adanya forum ini menunjukan bahwa antara DJP dengan semua stakeholder merupakan sebuah keluarga besar bukan lagi terpisah oleh tembok kepentingan masing-masing.

Kami menyadari bahwa keluarga besar DJP mengemban amanah yang tidak ringan, antara lain harus meyakinkan masyarakat bahwa kita semua warga negara Indonesia wajib membayar pajak untuk kepentingan pembangunan.

Saat ini kami melihat sudah begitu banyak peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh DJP. Sosialisasi tentang pembayaran Pajak dilakukan sedemikian bagus, melalui media cetak maupun elektronik serta dalam berbagai forum lainnya. Kami melihat strategi yang dilakukan DJP sangat menyentuh hati masyarakat, karena tidak dilakukan dengan menonjolkan ancaman terhadap orang yang tidak membayar pajak, melainkan dengan ajakan agar masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan melalui pembayaran pajak. Dampaknya kita lihat makin banyak orang yang sadar akan kewajiban membayar Pajak. Untuk itu kami mengucapkan selamat kepada jajaran DJP khususnya di Pangkal Pinang.

Kami percaya bahwa dengan kerja keras DJP masyarakat makin paham bahwa membayar pajak tidak akan membuat kita jatuh miskin, justru sebaliknya jika kita membayar pajak dengan ikhlas disertai niat yang baik untuk kepentingan masyarakat, Insya Allah Tuhan yang Maha Kaya akan memberi balasan rejeki yang berlipat ganda. Amien.

Untuk itu kami senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan DJP dan ikut mendorong masyarakat untuk selalu taat pajak. Dukungan ini antara lain dalam bentuk kerjasama kegiatan sosialisasi mengenai pajak, memfasilitasi masyarakat yang akan berkonsultasi mengenai perpajakan dan ke depan jika DJP membutuhkan dukungan lain, kami siap melaksanakannya.

Kami percaya bahwa dengan dukungan yang telah kami berikan setidaknya akan memperlancar tugas DJP dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Bapak Pimpinan dan hadirin yang kami hormati,

Bahwa setiap langkah menuju perubahan yang baik pasti mendapat tantangan dan ujian. Pepatah mengatakan, “Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa”. Demikian halnya dengan apa yang tengah diupayakan oleh DJP . Di tengah proses reformasi yang sudah sangat baik, tiba-tiba muncul kasus yang menodai proses tersebut. Saya merasakan bahwa ini adalah ujian yang berat bagi DJP.

Kami sungguh prihatin dengan kasus tersebut. Namun kami percaya jika keluarga besar DJP tetap konsisten dengan melaksanakan nilai-nilai Kementerian yang tadi disebutkan Bapak pimpinan, kami yakin masyarakat akan kembali menaruh kepercayaan terhadap upaya reformasi di DJP. Jadi Bapak-Bapak dan Ibu-ibu di DJP, tidak usah risau, tidak usah khawatir, lanjutkan perjuangan anda ! Kami akan mendukung sepenuhnya! (Keterangan; diharapkan dengan penekanan yang baik, hadirin akan tepuk tangan)

Bapak Pimpinan dan hadirin yang kami hormati,

Tadi disampaikan Bapak Pimpinan bahwa dalam rangka mendorong peran serta pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan masyarakat (stakeholder) dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi serta penyalahgunaan wewenang oleh pejabat/pegawai Direktorat Jenderal Pajak, telah ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak yang pada dasarnya mengatur bahwa para stakeholder (pemangku kepentingan) dapat melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh para pegawai pajak melalui saluran-saluran yang tersedia.

Menurut kami, peraturan ini perlu lebih disosialisasikan lagi agar masyarakat wajib pajak mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam ikut menjalankan peraturan tersebut. Kami meyakini jika disosialisasikan dengan baik, masyarakat akan paham apa saja bentuk dan jenis kegiatan pegawai DJP yang masuk kategori pelanggaran dan bagaimana prosedur pelaporannya.

Kami sepakat bahwa perbaikan di DJP dalam rangka reformasi birokrasi sangat memerlukan dukungan dari para stakeholder. Forum hari ini yang dihadiri oleh semua stakeholder merupakan wujud nyata dukungan terhadap perbaikan yang dilakukan DJP.

Untuk itu mari kita semua yang hadir hari ini secara nyata melanjutkan dukungan komitmen Ditjen Pajak dalam meraih target penerimaan 2012 di area kegiatan kita masing-masing dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan Bapak pimpinan tadi.

Wassalamualaikum ww.
Pangkal Pinang, 8 Juni 2012

_________________________

Teks Pidato Perpisahan

Pidato perpisahan perlu disusun dengan baik supaya hadirin terkesan dengan acara perpisahan kita.

TEKS PIDATO SOEKARNO DI SAAT PROKLAMASI KEMERDEKAAN

Pidato paling bersejarah di Indonesia adalah Pidato Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pidato tersebut sangat pendek namun sangat berpengaruh terhadap masa depan Indonesia.

Dengan proklamasi tersebut, Indonesia menyatakan sudah terbebas dari penjajahan.

Konon penyusunan teks proklamasi ini diwarnai perdebatan karena awalnya hanya berbunyi “Kami Bangsa Indonesia Dengan Ini Menyatakan Kemerdekaan Indonesia”.

Kemudian Bung Karno menambahkan teks “Hal-hal mengenai pemindahaan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Kalimat ini tampak sederhana tapi mengandung makna yang sangat luas, salah satunya adalah perang kemerdekaan.

 

 

 

 

 

PIDATO HASYIM MUZADI DI SIDANG PBB DI JENEVA

Naskah Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan media sosial seperti Facebook dan blog.

Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah, toleransi antarumat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji, dan perkawinan sejenis.

“Pidato itu beredar di seluruh jagad raya. Saya dapat (pesan berantai) dari mana-mana,” kata Ali Mukhtar Ngabalin, Ketua Umum Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Senin (4/6/2012), kepada TRIBUNnews.com.

TRIBUNnews.com, yang menerima beberapa pesan berantai itu pagi ini, coba menelusuri di Google dengan kata kunci “pidato Hasyim Muzadi”.

Beberapa halaman akun Facebook dan blog memuat pidato Hasyim Muzadi tersebut, yang isinya persis sama dengan pesan berantai di BBM.

Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.

Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai teks pidato Hasyim Muzadi:

KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU  ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :

“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Kalau yg dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI , Polri, Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM ? Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tidak menghormati agama, karena disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhirnya kembali kepada Bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme”.

sumber: tribunnews.com

TEKS PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945 TENTANG PANCASILA

Hari ini 1 Juni 2012 kita memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Penetapan tanggal ini mengacu pada pidato Soekarno sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, tepatnya 1 Juni 1945.

Sebagaimana diketahui, menjelang kekalahannya di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945, dengan acara tunggal menjawab pertanyaan Ketua BPUPKI, Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, “Indonesia merdeka yang akan kita dirikan nanti, dasarnya apa?”

Hampir separuh anggota badan tersebut menyampaikan pandangan-pandangan dan pendapatnya. Namun belum ada satu pun yang memenuhi syarat suatu sistem filsafat dasar untuk di atasnya dibangun Indonesia Merdeka.

Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang dinamakannya Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.

Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno itu. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin) yang bertugas “merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tiu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.”

Demikianlah, lewat proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 (Diambil dari Pancasila Bung Karno, Paksi Bhinneka Tunggal Ika, 2005).

Inilah pidato yang bersejarah itu.

Paduka Tuan Ketua Yang Mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Maaf beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan di dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah – dalam bahasa Belanda – Philosofische grondslag (dasar filosofi-Ed.) dari Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah fondamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka Tuan Ketua yang mulia. Tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada Tuan-Tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan “merdeka”.

“Merdeka” buat saya adalah political independence, politieke onafhankelijkheid (kemerdekaan politik, dalam bahasa Inggris dan Belanda-Ed.). Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang – saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini – zwaarwichtig (seolah-olah amat berat, dalam bahasa Belanda-Ed.) akan perkara-perkara kecil. Zwaarwichtig sampai – kata orang Jawa – jelimet (dengan teliti, rinci dan lengkap, dalam bahasa Jawa-Ed.). Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya! Alangkah bedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai sampai jelimet, maka saya bertanya kepada Tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80 persen dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti akan hal ini atau itu.

Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata, bahwa tatkalah Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka!

Lihatlah pula – jikalau Tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat – Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet, adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia adal rakyat Musyik (golongan yang percaya adanya Tuhan, tetapi tak menganut suatu agama-Ed.) yang lebih dari 80 persen tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, Tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang di sini mau mendirikan Negara Indonesia Merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, Paduka Tuan Zimukyokutyoo (Kepala Kantor Tata Usaha untuk Lembaga Tinggi, dalam bahasa Jepang, yang berada di bawah pemerintah militer Jepang untuk mengurus persiapan sidang-sidang BPUPKI-Ed.)! Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca Tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulu semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai jelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, Tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka… sampai di lubang kubur!

(Tepuk tangan riuh)

Untuk melihat Naskah Pidato lebih lengkap silakan download Pidato Bung Karno tentang Pancasila di sini .

 

Naskah Pidato Bagus Tapi Diabaikan Hadirin

Bagi seorang penulis naskah pidato, ini adalah kejadian yang menjengkelkan. Sudah berusaha menyusun naskah pidato dengan sebaik-baiknya, namun ketika disampaikan oleh pembicara, hadirin tidak memperhatikan atau bahkan mengabaikan.

Kita harus menelusuri apa penyebab kejadian ini. Saya memiliki pengalaman seperti itu. Setelah saya amati, ada beberapa penyebab kenapa naskah pidato yang bagus menjadi tidak menarik bagi hadirin.

Pertama, karena pembicara tidak menjiwai isi pidato sehingga tidak mampu membawakan pidato dengan cara menarik.

Kedua, karena tidak menjiwai, pembicara tidak dapat melakukan improvisasi ketika menyampaikan pidato di publik.

Ketiga, situasi hadirin dan setting acara tidak mendukung. Misalnya pidato untuk situasi serius tapi tempat duduk  peserta dalam bentuk round table dimana peserta cenderung ngobrol sendiri-sendiri.

Keempat, isi naskah pidato tidak sesuai harapan hadirin. Misalnya isinya sesuatu yang sudah pernah mereka dengar.

Kelima, hadirin tidak paham akan isi naskah Pidato atau teks pidato.

Keenam, sound system tidak mendukung, kurang terdengar oleh hadirin.

Bagaimana solusinya? menurut saya antara penulis naskah pidato dengan pembicara perlu melakukan komunikas intens agar terjadi pemahaman yang sama mengenai isi naskah pidato yang sudah disusun. Bagaimana dengan naskah pidato anda?

Naskah Pidato Bagus, Kenapa Hadirin Tidak Tertarik ?

Bagi seorang penulis naskah pidato, ini adalah kejadian yang menjengkelkan. Sudah berusaha menyusun naskah pidato dengan sebaik-baiknya, namun ketika disampaikan oleh pembicara, hadirin tidak memperhatikan atau bahkan mengabaikan.

Kita harus menelusuri apa penyebab kejadian ini. Saya memiliki pengalaman seperti itu. Setelah saya amati, ada beberapa penyebab kenapa naskah pidato yang bagus menjadi tidak menarik bagi hadirin.

Pertama, karena pembicara tidak menjiwai isi pidato sehingga tidak mampu membawakan pidato dengan cara menarik.

Kedua, karena tidak menjiwai, pembicara tidak dapat melakukan improvisasi ketika menyampaikan pidato di publik.

Ketiga, situasi hadirin dan setting acara tidak mendukung. Misalnya pidato untuk situasi serius tapi tempat duduk  peserta dalam bentuk round table dimana peserta cenderung ngobrol sendiri-sendiri.

Keempat, isi naskah pidato tidak sesuai harapan hadirin. Misalnya isinya sesuatu yang sudah pernah mereka dengar.

Kelima, hadirin tidak paham akan isi naskah Pidato atau teks pidato.

Keenam, sound system tidak mendukung, kurang terdengar oleh hadirin.

bagaimana solusinya? menurut saya antara penulis naskah pidato dengan pembicara perlu melakukan komunikas intens agar terjadi pemahaman yang sama mengenai isi naskah pidato yang sudah disusun. Bagaimana dengan anda?

CARA MENJADI PEMBICARA YANG BAIK

Teknologi informasi sekarang sangat berkembang pesat. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik sangat dibutuhkan karena begitu banyak informasi yang didapatkan dan harus disampaikan kepada orang lain. Seorang pembicara publik sangat berperan dalam hal ini. Selama ini, seorang presenter atau MC ditafsirkan sebagai seorang pembicara umum (public speaker). Namun, sebenarnya seorang public speaker adalah setiap orang yang berbicara di depan umum secara efektif dan efisien. Tujuan orang berbicara di depan umum adalah agar orang lain memiliki ide seperti yang dimiliki pembicara. Dengan kata lain, tercipta persamaan dalam ide. Pembicara dan audiens sama-sama memiliki ide yang sama.

            Pada kenyataannya, berbicara di depan umum menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan orang. Dalam The Book of List  di antaranya adalah daftar tentang rasa takut manusia. Apakah kematian merupakan ketakutan yang paling besar? Bukan. Itu hanya menempati urutan keenam sejajar dengan penyakit. Lalu, apa rasa takut yang paling buruk? Meskipun tindakan berbicara yang kita lakukan setiap hari telah dipelajari sejak awal masa kanak-kanak, berbicara di depan pendengar, banyak maupun sedikit, ternyata merupakan hal yang paling ditakuti.
            Kemudian bagaimana cara mengatasi rasa takut pada saat berbicara di depan umum? Menurut para ahli psikologi, rasa takut adalah perasaan negatif yang timbul akibat teridentifikasinya sebuah stimulus (misalnya bahaya). Rasa takut tidak bisa dihindari, tapi bisa dikelola sehingga tidak memberikan dampak yang destruktif bagi orang yang memiliki rasa takut tersebut. Ketika rasa takut atau gugup itu datang seperti ada kupu-kupu terbang dalam perut kita, detak jantung menjadi cepat dan tak teratur, suara menjadi terbata-bata, dan keringat dingin. Temuan sebuah riset mengungkapkan 11 alasan ketakutan yang sering orang alami saat mereka tampil dan berbicara di depan umum sebagai public speaker, yaitu membuat kesalahan yang memalukan; merusak karir atau reputasi; lupa materi yang akan disampaikan; penyampaian datar atau membosankan; terlihat gugup; ditatap audiens; tak mampu menjawab pertanyaan; tidak siap; diabaikan; ditertawakan; ada yang tertidur di antara audiens.
             Kita harus mengeluarkan rasa takut itu dengan cara dengan mengatur napas.  Ambillah nafas berkali-kali dengan tenang, maka gugup akan bisa kita kendalikan. Kemudian menerbangkan semua kupu-kupu yang ada dalam perut kita dalam formasi yang terencana, yaitu ketahui subjek kita (dengan kata lain, “persiapkan”); yakini subjek kita; dan berlatih, berlatih, berlatih.
              Pengetahuan tentang subjek yang akan kita bicarakan akan mengalahkan hantu rasa cemas itu. Kalau kita telah mempersiapkan diri, 95% rasa takut berbicara di depan orang banyak akan hilang. Setelah persiapan, untuk menghilangkan rasa takut berbicara di depan orang banyak adalah kita harus yakin dengan subjek yang kita ambil. John Davies, salah satu pelatih pidato yang paling berhasil di Amerika Serikat, menyarankan agar jangan pernah memberikan pidato tentang subjek yang tidak kita yakini. Persiapan yang matang ditambah keyakinan tentang topik akan menghasilkan keuntungan tertentu: gerak tangan menjadi lebih alamiah, lebih otomatis; tubuh menjadi lebih santai, mulut tidak kering, suara lebih lancar, dan kontak mata menjadi lebih langsung. Setelah persiapan dan keyakinan, kita harus berlatih. Kata lain untuk berlatih adalah “mengulang-ulang”. Berlatih membantu keyakinan diri dan kepercayaan juga mengurangi rasa takut. Latihan tidak selalu menjadikan sempurna tetapi pasti menjadikan kita lebih baik.
              Namun rasa takut atau gugup dalam public speaking itu ternyata penting. Tantowi Yahya dalam Tantowi Yahya Public Speaking School mengatakan bahwa rasa takut atau gugup itu penting agar kita mempersiapkan diri kita sehingga kita tidak menjadi overpede karena orang yang tidak ada takutnya itu bicaranya ngelantur atau merendahkan orang lain.
            Setelah rasa takut teratasi, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita mengkomunikasikan pesan kepada pendengar. Perlu kita ketahui bahwa enam puluh persen komunikasi kita merupakan komunikasi nonverbal. Itu berarti bahwa seluruh dinamika badan kita berkomunikasi lebih banyak daripada kata-kata yang kita ucapkan. Gerakan tubuh ini disebut bahasa tubuh. Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terdiri dari pakaian; gerakan tubuh atau postur; kontak mata; gerakan tangan; dan ekspresi muka.
              Ketika kitapertama kali muncul dalam pandangan seseorang, ia akan langsung membuat penilaian terhadap diri kita. Dengan cepat mereka akan menyimpulkan siapa dan dari mana kita. Hal yang sama juga terjadi ketika kita pertama kali muncul di depan audiens. Cara berpakaian kita akan menunjukkan apakah kita satu dari mereka atau dari kelompok lain. Penyimpulan seperti ini dalam bahasa Inggris disebut “Tribal Recognition”[6]. Berpakaianlah sesuai dengan jenis audiens dan acara dimana kita tampil. Jangan berpakaian berlebihan sehingga audiens bukannya memperhatikan apa yang kita katakan tapi apa yang kita kenakan.
            Elemen kedua yang akan diperhatikan audiens adalah postur tubuh dan bagaimana kita menggerakkannya. Ketika berada diatas panggung, postur dan gerakan tubuh kita memberikan gambaran tentang sikap dan perasaan kita terhapap forum yang kita hadapi. Kepala yang selalu menunduk dan melihat keatas menunjukkan tidak percaya diri. Kepala yang menghadap ke depan menandakan keyakinan yang penuh. Pada saat muncul untuk pertama kali, perhatikan cara berjalan. Pastikan kedua kaki lurus pada waktu melangkah. Jangan berlenggang dan jangan pula terlalu tegap. Berjalanlah dengan tenang namun penuh kewaspadaan. Tegakkan kepala, pandanglah audiens dengan mata yang antusias dan senyum. Ketika berbicara, pastikan tubuh kita mempunyai ruang yang cukup bernapas. Usahakan setiap gerakan bermakna. Gerakan-gerakan yang baik dan sesuai akan membuat pembicaraan lebih hidup.
              Kontak mata dengan audiens adalah faktor penting yang membuat acara berlangsung dua arah. Kemampuan menciptakan kontak mata dengan audiens pada saat berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang pembicara. Begitu banyak kita lihat pembicara yang terus berbicara tanpa melihat audiens yang ada di hadapannya. Komunikasi yang terjalin satu arah akan membuat penampilan kita kurang hidup dan cepat menimbulkan kebosanan. Kontak mata adalah alat kontrol yang ampuh untuk mengetahui apakah anda pembicara yang membosankan atau menyenangkan.
            Sebagaimana gerakan tubuh, gerakan tangan juga dapat membantu kita memberikan pengertian yang lebih jelas terhadap apa yang ingin diungkapkan. Banyak orang yang mempunyai kebiasaan yang buruk dengan tangan apabila sedang menjadi perhatian, seperti menggaruk-garukkan tangan atau kepala, memegang-megang cincin di jari, memegang hidung dan jenggot. Kita bisa menghilangkannnya dengan latihan. Ajak seseorang untuk menemani kita pada saat latihan. Minta ia berteriak apabila kita melakukan kebiasaan buruk tersebut. Lakukan berulang-ulang.
            Ekspresi wajah yang paling mudah dilakukan adalah senyum. Senyum yang tulus dan tidak berlebihan akan membuat kita terlihat ramah dan senang berada diantara audiens. Senyum dapat pula menciptakan suasana rileks dan bersahabat di antara audiens. Senyum yang baik adalah senyum yang wajar dan dikeluarkan pada saat yang tepat. Tersenyum dan tertawa adalah dua hal yang berbeda.
Selain itu, agar dapat merebut perhatian audiens, kita bisa menggunakan humor. Kemampuan untuk membuat mereka tersenyum kemudian memberikan applause meriah kepada kita akan sangat membantu untuk mengurangi ketegangan dan kebosanan di antara mereka. Namun ada “pantangan” ketika menggunakan humor, yaitu jangan mempermalukan orang lain; jangan menggunakan lelucon yang kesukuan dan rasial; jangan menggunakan dialek; jangan membuat lelucon tentang agama; dan hindari bahasa yang kasar dan tidak pantas.
            Menjadi pembicara umum yang baik tidaklah sesulit yang dibayangkan. Seperti suatu ungkapan, “kalau mau sukses, belajar dengan orang sukses, bukan dengan orang gagal”, kita pun tidak hanya belajar secara teori saja, tetapi juga belajar dari para praktisi di dalam negeri maupun di luar negeri. Tukul Arwana merupakan salah satu contoh di tanah air. Tukul mempunyai banyak kekurangan dalam hal berbicara di depan umum, tetapi dia berhasil menjadi pembawa acara yang sukses. Mungkin yang penting kita ingat bahwa inti dari public speaking adalah memberikan sesuatu yang bernilai kepada audiens. Tukul selalu menutup 90 menit acaranya dengan menyatakan tujuan utama acara “Bukan Empat Mata” adalah menghibur, membuat orang tertawa. Saat audiens seperti paduan suara menyambung kalimat Tukul “kembali ke laaaappp???? . . . mereka menyambung “topppppp!!!!!!! yang sekarang ini sering ditiru orang, berarti Tukul telah mencapai tujuannya.
             Contoh lainnya, di Amerika Serikat, acara pengukuhan Barrack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat diwarnai dengan keterampilan public speaking kelas dunia antara Barrack Obama dan Hillary Clinton. Di sini pun kita belajar bahwa untuk bisa menjadi seorang public speaker yang baik, kita harus memiliki intellectual capacity yang kokoh dan wawasan berpikir yang ekspansif. Kita juga harus memperhatikan makna ritme bicara, kekuatan intonasi, dan kejernihan artikulasi. Selain itu,  penguasaan panggung yang sempurna merupakan sebuah elemen amat penting untuk menghadirkan public speaking yang impresif.
         Setelah melihat uraian di atas, sebenarnya mengapa kita harus menguasai public speaking? Ada tujuh alasan,  yaitu 18.000 kata sehari terucap dan 85% dari kata yang dikeluarkan merupakan kata-kata yang akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan hidup kita; berbicara akan menentukan kesempatan kita untuk meraih simpati,  mendapatkan teman, relasi, peluang bisnis, hingga menemukan pasangan hidup sehingga berbicara merupakan kunci sukses  kehidupan; tuntutan jabatan atau kedudukan untuk berbicara di depan umum; kita berbicara setiap hari di mana saja sehingga public speaking ada di setiap lini kehidupan manusia; membuat kita terkenal karena public speaking merupakan cara paling mudah, aman, hemat dan efektif untuk semakin di kenal oleh atasan maupun lingkungan; kekuatan tiga V, yaitu kekuatan Verbal, Vokal dan Visual yang merupakan tiga elemen penting berbicara; nilai tambah diri saat berada di lingkungan kerja dan di mana saja karena dengan public speaking kita mampu mengatakan apa yang ingin dikatakan dengan baik.
Kesimpulan
             Sebagian banyak orang menafsirkan seorang public speaker sama dengan presenter atau MC, tetapi tidak. Pembicara umum atau public speaker ialah setiap orang yang berbicara di depan umum secara efektif dan efisien.
            Pada kenyataannya, berbicara di depan umum menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan orang. Kita harus mengeluarkan rasa takut itu dengan persiapan, keyakinan, dan latihan berulang-ulang.
            Berbicara di depan umum ternyata sangat membutuhkan bahasa tubuh, seperti pakaian; gerakan tubuh atau postur; kontak mata; gerakan tangan; dan ekspresi muka. Kita harus memperhatikan masing-masing aspek agar kita mendapat perhatian dari audiens. Selain itu, kita juga bisa menggunakan humor dalam berbicara di depan umum. Namun humor kita tidak boleh mempermalukan orang lain; tidak menggunakan lelucon yang kesukuan dan rasial; tidak menggunakan dialek; tidak membuat lelucon tentang agama; dan menghindari bahasa yang kasar dan tidak pantas.
            Selain secara teori, berbicara di depan umum juga dapat dipelajari dari para praktisi di dalam maupun luar negeri, seperti Tukul Arwana yang membawakan acara Bukan Empat Mata, juga Barrack Obama dan Hillary Clinton yang sangat luar biasa.
            Ada beberapa alasan kita harus menguasai public speaking, yaitu kita setiap hari berbicara dan 85% dari yang kita ucapkan menentukan kesuksesan hidup kita; merupakan nilai tambah bagi kita dalam bekerja, kita bisa dengan cepat dikenal oleh lingkungan dan atasan. Tidak hanya itu, public speaking membuat kita mampu mengatakan apa yang ingin dikatakan sehingga pendengar pun mengerti bagaimana kita ingin mereka paham.
sumber: http://viviandriyani.blogspot.com/2010/06/cara-cara-menjadi-pembicara-publik-yang.html

TEKS PIDATO PENDIDIKAN

Berikut ini contoh pidato pendidikan

Saudara-saudaraku yang terhormat,

Pendidikan adalah nyawa dari sebuah bangsa. Karena itu tanpa adanya pendidikan negara tidak akan dapat maju. Masalahnya pendidikan seperti apakah yang dibutuhkan di Indonesia?

Dengan pendidikan yang makin tinggi ternyata negeri kita semakin banyak orang menganggur. Pengangguran kini tidak lagi terjadi pada anak-anak lulusan SD melainkan para sarjana. Jadi apa artinya pendidikan kalau ternyata mereka tidak dapat bekerja dan tidak dapat menciptakan pekerjaan?

Sementara itu orang-orang tidak bersekolah atau hanya lulusan SD di pedesaan giat bekerja dengan bertani untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga SMA bahkan sarjana. Apa yang terjadi kemudian? Putra putri mereka setelah sekolah tidak mau lagi hidup dari pertanian, sehingga para petani sekarang sulit cari penerusnya.

Tenaga pertanian menjadi mahal dan produktivitas pertanian tidak berkembang. Alhasil produk pertanian kita tidak dapat bersaing dengan negara lain.

Mari kita renungkan, dibulan baik ini, bulan Mei dimana ada hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Kita layak merenung dan kemudian bangkit untuk mendidik putra putri kita menjadi orang-orang hebat , yaitu orang yang mampu mandiri, bukan menjadi orang terdidik yang bingung mencari nafkah.

Terima kasih

 

MENYUSUN TEKS PIDATO KETUA PANITIA DAN KETUA ORGANISASI

Menyusun teks pidato sambutan ketua panitia dengan teks pidato sambutan ketua organisasi adalah dua hal yang sangat berbeda, namun yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara materi yang disampaikan ketua panitia kegiatan organisasi dengan Pimpinan Organisasi.

Sebagai contoh, organisasi Persatuan Insinyur Pertanian mengadakan kongres nasional. Ketua panitia menyampaikan latar belakang kongres, peserta kongres, dan agenda kegiatan kongres dan ucapan terima kasih terhadap pihak yang berperan. Saat Ketua Umum Persatuan Insinyur menyampaikan sambutan, ternyata teks pidato sambutan Ketua Umum hampir sama, yaitu latar belakang kegiatan kongres dan ucapan terima kasih kepada para hadirin.

Kejadian seperti ini sering terjadi sehingga hadirin pada umumnya kurang berminat mendengarkan pidato sambutan. Mereka cenderung ngobrol sendiri-sendiri karena acara sambutan ketua panitia maupun sambutan ketua umum  dianggap sebagai formalitas saja.

STRUKTUR TEKS PIDATO KETUA PANITIA

Untuk memahami perbedaan sambutan ketua panitia dengan sambutan ketua organisasi, berikut ini saya sampaikan struktur teks pidato sambutan ketua panitia.

  1. Salam pembuka. Dalam menyampaikan salam pembuka perlu diperjelas nama dan jabatan seseorang. Dalam tata karma penyebutan nama, orang yang paling top disebut pertama. Awas jangan terbolak-balik. Dalam struktur pemerintahan ada pejabat eselon 1 sampai 4. Harus kita pahami bahwa yang paling tinggi adalah eselon 1 (sekelas Dirjen), bukan eselon 4 (sekelas kepala seksi). Jika ada menteri, maka Menteri disebut yang pertama, baru kemudian Dirjen (eselon 1), Direktur (eselon 2) , Kepala Sub direktorat (eselon 3), Kepala Seksi (eselon 4). Oleh karena itu kita perlu bertanya terlebih dahulu jenis-jenis jabatan dan peringkat atau eselonisasinya.
  2. Latar belakang . Sambutan  Ketua Panitia dimulai dengan sekilas cerita tentang latar belakang dan tujuan acara. Bisa dimulai dengan kronologis kegiatan. Misalnya dalam seminar nasional tentang lingkungan hidup:

“ Pada tanggal 10 oktober 2011 lalu beberapa asosiasi di bidang lingkungan hidup mengadakan rapat membahas masalah aktual yaitu mengenai banyaknya tanah longsor dan banjir di musim hujan . Dari rapat inilah kemudian disimpulkan perlunya sebuah forum seminar untuk membahas langkah-langkah kongrit apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Syukur Alhamdulilah, pada hari acara seminar ini dapat kita selenggarakan  dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup………”

  1. Uraian mengenai keberhasilan acara. Pada bagian ini dapat disampaikan jumlah peserta, tamu undangan, pembicara dan sebagainya. Untuk memberi efek menarik dan dramatis bagi audience, biasanya ketua panitia menjelaskan hal-hal yang di luar dugaan, misalnya sebuah seminar nasional, ternyata ada beberapa peserta dari daerah yang jauh dan terpencil, misalnya dari Papua. Jika ini disebut dan peserta yang dari Papua diminta berdiri, maka peserta akan tertarik dan tepuk tangan.
  2. Penutup dan ucapan terima kasih. Bagian ini menguraikan siapa saja yang ikut berperan dalam kegiatan, misalnya ada sponsor, donator dan lain-lain. Pada bagian akhir sambutan harus disertai ucapan terima kasih kepada sponsor, donatur, pihak yang ikut berperan termasuk tim panitia.

STRUKTUR TEKS PIDATO KETUA ORGANISASI

Kalau Ketua Panitia menjelaskan hal hal teknis seputar acara, Ketua Organisasi menjelaskan gambaran besar mengenai kebijakan dan program kerja yang ujungnya adalah kegiatan yang sedang berlangsung. Itu sebabnya ketua organisasi biasanya menyampaikan kalimat klise yaitu “saya menyambut baik acara ini yang merupakan pelaksanaan dari program kerja organisasi kita tercinta”.

Berikut ini struktur isi sambutan Ketua Organisasi.

  1. Salam pembuka pada hakekatnya sama dengan salam pembuka Ketua Panitia.
  2. Penjelasan singkat mengenai organisasi yang dipimpin. Dalam poin ini  perlu benar-benar dipertimbangkan siapa saja audience-nya. Misalnya seorang Ketua Organisasi Perusahaan Farmasi menyampaikan sambutan pada seminar  nasional dimana semua pesertanya adalah anggota organisasi tersebut. Maka penjelasan mengenai organisasi lebih ditekankan pada keberhasilan organisasi tersebut dalam menjalankan aspirasi anggota.  Lain halnya jika seminar nasional tersebut pesertanya dari berbagai organisasi lain, maka penekanannya adalah bagaimana organisasi perusahaan farmasi tersebut menjalankan perannya untuk lingkungan atau masyakarat. Dengan demikian peserta akan merasa bahwa kehadiran organisasi farmasi ada hubungannya dengan kemajuan ekonomi sosial bagi kelompok  atau organisasi lain atau bagi masyarakat umum. Katakanlah, organisasi farmasi ini tiap tahun menyenggarakan sumbangan obat-obatan untuk orang miskin, melakukan kerjasama dengan para dokter untuk member pengobatan gratis dan sebagainya.
  3. Penjelasan mengenai hubungan kegiatan yang sedang berlangsung dengan kegiatan lain, yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Ketua Organisasi perlu memberikan gambaran mengenai program kerja yang sedang dijalankan dan menekankan bahwa kegiatan yang sedang berlangsung adalah salah satu bagian dari program kerja atau merupakan kegiatan yang sangat mendukung keberhasilan implementasi program kerja.
  4. Harapan terhadap acara yang  sedang berlangsung. Ketua organisasi perlu memberikan harapan positif terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Hal ini agar peserta kegiatan maupun panitia dapat menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan harapan organisasi.
  5. Penutup dan terima kasih. Jangan lupa, ucapan terima kasih perlu disampaikan juga kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara.

Nah,  dengan uraian singkat ini, harapan saya, anda bisa lebih paham perbedaan teks pidato ketua panitia dan teks pidato Ketua Organisasi. Menyusun Teks pidato jadi lebih mudah bukan?

BAMBANG SUHARNO, www.AhliNaskahPidato.com

 

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design