Hasil Rakernas PDIP; Dukung Regenerasi Kepemimpinan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan akan melakukan regenerasi kepemimpinan terutama terhadap calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh partai itu. Demikian informasi yang dilansir oleh Vivanews.co.id “Sebagaimana jawaban terhadap harapan publik atas pentingnya regenerasi kepemimpinan, Rakernas III memberikan dukungan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDIP dalam melaksanakan fungsi kaderisasi di internal partai,” kata Ketua DPP Bidang Politik, Puan Maharani dalam membacakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional ke III PDIP, Minggu 8 September 2013.Kaderisasi kepemimpinan tersebut, kata Puan, ditempatkan dalam empat dimensi. Pertama, alih generasi ke generasi politik abad XXI, penuntasan agenda reformasi, perombakan paradigma pembangunan Indonesia menjadi paradigma perjuangan rakyat berdasarkan trisakti, dan penuntasan krisis sosial, politik, ekonomi dan budaya Indonesia untuk meletakkan dasar-dasar bagi kebangkitan Indonesia tahun 2045. Read more

DELAPAN KESALAHAN DALAM BERPIDATO

Setidaknya ada 8 kesalahan yang sering terjadi dalam berkomunikasi termasuk ketika berpidato:

  1. Berbicara terlalu cepat dan kurang jelas.
  2. Menyampaikan informasi yang serampangan/tidak teratur
  3. Menganggap orang lain sudah mengerti maksud dan tujuan yang diinformasikan.
  4. Waktu menyampaikan informasi tidak tepat.
  5. Pemberi informasi menempatkan diri lebih tinggi dari penerima informasi.
  6. Menyampaikan informasi terlalu banyak
  7. Informasi yang diajukan terasa tidak adil.
  8. Informasi yang disampaikan mengandung segi negatif

semoga bermanfaat.

 

 

 

NASKAH PIDATO PRESIDEN SBY DALAM RANGKA HUT RI KE-68 (16 Agustus 2013)

pidato-sby

Presiden SBY

Sebagaimana biasanya, setiap tanggal 16 Agustus Presiden RI wajib menyampaikan pidato kenegaraan di depan Sidang DPR. Pidato kenegaraan ini sangat penting karena bukan hanya untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan RI melainkan juga untuk menyampaikan perkembangan situasi negara saat ini dan proyeksi tahun berikutnya.

Berikut ini teks lengkap Pidato SBY tanggal 16 Agustus 2013. Read more

SAMBUTAN SINGKAT MENJELANG PUASA RAMADHAN

Saudara-saudara yang kami hormati

Assalamulaikum wr.wb.,

Puji syukur ke hadirat Illahi, hari ini kita bertemu kembali dengan bulan baik, bulan suci Ramadhan.

Hanya di bulan ini umat islam mendapat ujian yang “menyenangkan”. Kita umat Islam menunggu bulan ini, padahal di bulan ini kita wajib mengencangkan ikat pinggang, berlapar-lapar di terik matahari, wajib menahan nafsu amarah, dan menjadi pemaaf terhadap kesalahan orang lain.

Kita senang karena di bulan ini berlimpah pahala. Bahkan bukan hanya itu, secara fisik, menjalankan ibadah puasa adalah kegiatan yang sangat baik untuk kesehatan. Kita semua pasti sudah mendengar berbagai pengetahuan dari disiplin ilmu kedokteran bahwa berpuasa akan membuat kita lebih sehat dan tenang dalam berpikir.

Untuk itulah sebelum memulai ibadah puasa, kita biasa meminta maaf ke sahabat dan keluarga, agar kesucian dan kehikmatan bulan ini makin sempurna.

Begitupun kami, atas nama keluarga, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon dimaafkan jika ada khilaf.

Semoga ibadah puasa ini meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.

 

www.ahlinaskahpidato.com

 

 

 

 

TEKS NASKAH PIDATO BUNG KARNO TENTANG PANCASILA

AHLI NASKAH PIDATOBulan Juni adalah Bulan Bung Karno. Tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno muda berpidato tentang pancasila,  yang merupakan gagasan besar tentang dasar negara. Tanggal 6 Juni adalah hari lahir Bung Karno.

Untuk menghormati Bung Karno, mari kita simak pidato Bung Karno tentang Pancasila dengan klik Pidato Bung Karno Tentang Pancasila Read more

Naskah Pidato Kebangkitan Nasional

boedi oetomo

Beriku ini CONTOH PIDATO SAMBUTAN
Pada Acara MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Assalamu’alaikum Warrohhmatullahhi
Wabarrokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Pertama – tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya maka pada hari

ini kita dapat hadir bersama – sama dalam rangka mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional .

Pada 20 Mei 1908, generasi muda Indonesia yang dipelopori oleh Dr. Soetomo, dan Dr. Wahidin Soedirohoesodo membentuk satu organisasi bernama Boedi Oetomo, yang menancapkan tonggak Semangat Kebangkitan Nasional, untuk melawan penguasa kolonial Belanda pada saat itu.

Suatu tekad yang bulat untuk merdeka dan membebaskan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Api dan semangat kebangkitan inilah yang

terus bergelora di hati para anak bangsa khususnya para pemuda kita.

Maka pada tanggal 28 Oktober 1928 lahirlah, ”Soempah Pemoeda” yang menjadi kebulatan tekad para pemuda – pemudi kita, menyatukan visi

dan langkah serta pemahaman akan semakin mendesaknya kita memiliki sebuah eksistensi satu nusa, satu bangsa dan satu tanah air, yakni Indonesia Raya. Perjuanganpun terus berkobar dan semakin merata keseluruh pelosok tanah air, yang kemudian mencapai puncaknya pada proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Setiap tahun kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dengan berbagai cara dan acara dari pusat sampai ke daerah termasuk di kantor – kantor perwakilan kita di seluruh dunia. Tentu semua itu dimaksudkan untuk terus mengugah dan menggelorakan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme kita agar tetap hidup dan terjaga dalam hati sanubari kita masing – masing.

Saudara – Saudara Sekalian yang berbahagia,

Dengan pemahaman semangat kebangkitan nasional, apa yang perlu kita lakukan saat ini? Indonesia kini menjadi negara yang sangat besar. Penduduk Indonesia tahun 2013 ini sekitar 240 juta. sebagian dari mereka hidup mewah, sebagian lagi dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Tahun 1908 saat kebangkitan kesadaran Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri dengan kekuatan kamu terpelajar. Kini kebangkitan yang dibutuhkan adalah kebangkitan dari situasi kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat lebar menjadi ekonomi yang berkeadilan.

Oleh karena itu semangat kebangkitan saat ini harus dimulai dari pemimpin negara dan pemerintahan dalam menetapkan kebijakan ekonomi. Masyarakat perlu ikut berperan dalam menghidupkan kebersamaan, kerjasama ekonomi yang sejajar, kemitraan bisnis yang baik, menggerakan koperasi sebagai wadah ekonomi untuk masyarakat di seluruh lapisan.

Saudara – saudara sekalian,

Mari kita kembangkan kehidupan bermasyarakat yang mengembangkan keadilan ekonomi dan sosial sebagai bukti semangat kebangkitan.
Sekian dan Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb

Disadur dan disesuaikan dari: http://contohnaskahpidato.blogspot.com/2010/06/contoh-naskah-pidato-kebangkitan_02.html

PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2013

Pidato Hari Pendidikan Nasional
 
assalamualaikum wr. wb.
 
Hadirin yang kami hormati,
Tanggal 2 Mei ini adalah hari yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia karena tanggal inilah kita menetapkan Hari Pendidikan 
 
pidato pendidikan

Ki Hajar Dewantara

Nasional, sekali lagi Hari Pendidikan Nasional. Sesungguhnya kita semua menyadari bahwa pendidikan adalah modal utama kemajuan 

 
bangsa. Semua rakyat indonesia tidak boleh tidak berpendidikan.Kita paham bahwa negara bertanggung jawab terhadap pendidikan 
 
masyarakatnya.
 
Dan kita melihat saat ini sekolah mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi sudah ada di berbagai kota di Indonesia. Waktu Indonesia baru 
 
merdeka, pemerintah hanya punya Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. UI berlokasi di Jakarta (UI Jakarta), ada yang di 
 
Bogor (UI Bogor) dan di Bandung UI Bandung.
 
UI Bogor menjadi IPB, UI Bandung menjadi ITB. Lihatkan kini, di Jakarta ada raturan PT, demikian pula di kota lainnya.
 
Dulu masyarakat begitu bangga menjadi sarjana karena dengan ijasah kesarjanaan akan berpeluang menjadi pimpinan di pemerintahan dan 
 
BUMN. Tahap berikutnya para sarjana bangga menjadi profesional di perusahaan multinasional. Kini sarjana adalah prestasi biasa.
 
Hadirin yang kami hormati,
 
Mari kita renungkan, makin banyak sekolah, tawuran antar pelajar makin banyak. Bukan hanya pelajar, mahasiswa yang semula dipandang 
 
dengan panutan, kini ikut-ikutan sebagai pelaku tawuran juga. Sungguh menyedihkan. Kriminal pelajar dan mahasiswa juga lama-lama 
 
menjadi hal biasa.
 
Bukan hanya pelajar dan mahasiswa. Kita sering membaca berita, dosen menjadi penjiplak karya ilmiah, dosen memalsukan gelar dan 
 
sebagainya.
 
Jadi , apa yang bisa kita banggakan dari pendidikan kita yang makin modern? Hampir tidak ada. Ini karena makna pendidikan sudah 
 
berubah. Orang tua mengirim anaknya ke sekolah agar mendapat ilmu banyak, Anak dipaksa untuk mendapat nilai bagus. akibatnya 
 
pelampiasan anak adalah ingin kebebasan.
 
Hadirin yang kami hormati,
 
Kini kita perlu memaknai pendidikan bukan sekedar belajar. Juga bukan sekedar sekolah. Yang justru tak kalah pentingnya adalah 
 
pendidikan oleh orang tua di rumah. Wahai orang tua, janganlah kalian hanya menitipkan anak di sekolah, sementara kalian hanya 
 
bekerja tanpa memperhatikan perkembangan anak.
 
Kini saatnya Hari pendidikan dimaknai sebagai pendidikan di rumah dan di sekolah.
 
Marilah kita peringati Hardiknas ini dengan mulai meningkatkan mutu pendidikan di rumah. Untuk urusan pendidikan di sekolah, biarlah 
 
para ahli bersama pemerintah yang memikirkannya.
 
Demikianlah sambutan ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.
 
Jakarta, 2 Mei 2013
 
 
Bambang Suharno
 

USTAD JEFRI AL BUCHORI, ORATOR BERPENGARUH

ustad jefri al buchori

Ustad Jefri Al Buchori

Jefri Al Buchori atau yang kerap disapa Uje lahir di Jakarta pada tanggal 12 April 1973 adalah seorang pendakwah, ustad, penyanyi sekaligus artis. Ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul karena dalam dakwahnya sering menggunakan gaya bahasa anak muda.

Putra ketiga dari lima bersaudara ini sejak kecil sudah diberikan pendidikan agama yang baik, termasuk mengaji, oleh kedua orang tuanya Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Tak heran, berkat bimbingan orangtuanya, Jefri kecil sudah fasih dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bahkan karena kepandaiannya itu, ia berhasil mencatatkan prestasi saat masih duduk di bangku SD dengan menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) hingga tingkat provinsi.

Setelah lulus SD Uje bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama setahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje justru semakin bertambah. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Uje mulai ‘menemukan’ Tuhan tatkala ia diajak umroh beserta ibu dan kakaknya untuk bertobat. Dapat menginjakkan kaki di tanah sang nabi mendatangkan sensasi tersendiri di hati Uje kala itu. Terlebih saat ia dapat bersandar di Ka’bah, seketika ia teringat pada masa lalunya, kelamnya kehidupan yang pernah ia jalani membuat air mata penyesalan mengalir deras dari matanya. Saking merasa berdosanya, ia membentur-benturkan kepalanya sambil meminta ampun kepada Allah SWT. Ia berharap segala dosa yang telah dilakukannya dapat diampuni.

Uje mulai berdakwah di majelis taklim, mushola, dan masjid. Ia berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu di tahun 2007.

Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas motor bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya di sholatkan di Masjid Istiqlal.

Meninggalnya Ustad Jeffry Albuchory alias Uje secara mendadak, sangat mengejutkan banyak pihak. Beberapa hari sebelumnya, Uje mengirim broadcast message melalui Blackberry Messenger untuk meminta maaf dan menyatakan nomornya tidak akan aktif lagi.

“Assalamualaikum.. Mulai hari ini saya gak lagi pakai nomor HP dan bbm ini.. Sekali lagi maaf lahir bathin.. Pasti byk salah_nya. Wslm,” tulisnya tiga hari lalu, sekitar pukul 16.45 WIB.

Bukan hanya itu, ‘firasat’ yang dirasakan Uje juga pernah diperbincangkan dengan Fajar, adiknya. Beberapa waktu sebelumnya, ia mengeluh ingin berhenti ceramah.

“Kemarin sempat ngobrol, katanya ‘Gue mau istirahat ceramah, udah capek’,” cerita Fajar lagi.

Ustad Soulmed juga mengungakapkan bahwa pada pertemuan terakhir sebelum meninggal, Uje berbicara sesuatu yang aneh seakan mau pamitan. Ia bahkan menyerahkan cincin dan kopiah sambil berpesan agar meneruskan dakwahnya. Dalam pertemuan itu ustad Soulmed sampai menangis, dan ternyata itu adalah pertemuan terakhir kedua sahabat.

Dari sudut pandang AHLI NASKAH PIDATO, Uje adalah seorang orator yang ulung dan memiliki daya pengaruh yang luar biasa bagi masyarakat. Pidatonya selalu ditunggu banyak kalangan, khususnya kaum muda. Berkat peran Uje, banyak anak muda yang semula merasa ikut pengajian sebagai sesuatu yang “kurang keren”, kini sebaliknya, anak-anak muda tak ingin ketinggalan berguru dan mendengar ceramah pidato Uje.

Selamat Jalan Uje, kau pergi selamanya, tapi karya dan darma baktimu akan tetap dikenang seluruh anak negeri.

 

Sumber:

1. http://www.iberita.com/6130/profil-ustad-jefri-al-buchori

2. http://life.viva.co.id/news/read/408209-kenangan-terakhir-sahabat-bersama-uje

3. Talkshow TVone dan Metro TV

CONTOH BERBAGAI NASKAH PIDATO

contoh naskah pidato

Jokowi Pidato

Untuk memudahkan anda mencari contoh-contoh teks naskah pidato, berikut  ini daftar teks pidato baik yang disusun saya maupun sumber lain. Silakan klik pada teks yang ada di bawah ini.

A.

Andi Malarangeng Mengundurkan Diri Jadi Menpora

Anas Urbaningrum Mengundurkan Diri

Anis Mata Pidato Sebagai Presiden PKS

B

Bung Karno Pidato di Depan Rakyat Jakarta

Bung Karno, Pidato Setelah Keliling Dunia

Bung Karno, Pidato Proklamasi Kemerdekaan

Bung Karno, Pidato Tentang Pancasila

H

Hasyim Muzadi, Pidato di Sidang PBB

P

Pajak, Pidato tentang Pajak

S

Sri Mulyani (Menteri Keuangan) Pidato Perpisahan

Susilo Bambang Yudhoyono, Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2012

Susilo Bambang Yudhoyono, Transkrip Pidato yang Bocor

Soeharto, Pidato Pengunduran Diri Jadi Presiden

Untuk mencari contoh naskah pidato yang lain, silakan ketika di kotak search di kanan atas layar.

INILAH PIDATO PENGUNDURAN DIRI ANAS URBANINGRUM

Setelah KPK menetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang, Jumat malam 22 Februari 2013, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari posisinya. Anas Urbaningrum mengumumkan pengunduran diri dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Saat menggelar konferensi pers, Anas Urbaningrum didampingi sejumlah pimpinan DPP Partai Demokrat yang juga loyalis Anas. Seperti Ketua Divisi Komunikasi Publik I Gede Pasek Suardika dan Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat, M. Rahmad. Anas berpidato cukup panjang. Setelah berpidato pengunduran diri dan mencopot jaket biru kebesaran Partai Demokrat, Anas mendapat pelukan dari kader-kader Partai Demokrat. Berikut isi lengkap pidato pengunduran diri Anas, dikutip dari Metrotvnews 

anas urbaningrum partai demokrat

anas urbaningrum

Assalamualaikuam warrahmatullahi wabarukatuh. Terima kasih dan selamat datang kepada rekan-rekan wartawan. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikiran dan pandangan terkait status sebagai tersangka. Seperti diketahui bersama tanggal 22 Februari 2013 KPK sudah mengumumkan bahwa saya dinyatakan berstatus tersangka. Atas pengumuman KPK itu, saya menyatakan akan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena saya masih percaya bahwa lewat proses hukum yang adil dan obyektif dan transparan, kebenaran dan keadilan bisa saya dapatkan.

Saya garis bawahi, saya masih percaya lewat proses hukum yang adil, obyektif, dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria dan tata laksana yang memenuhi standar, saya yakin kebenaran dan keadilan masih bisa ditegakkan. Karena saya percaya negeri kita ini berdasarkan hukum dan keadilan, bukan berdasarkan prinsip kekuasaan.

Yang kedua, saudara-saudara sekalian, lewat proses hukum yang obyektif dan transparan itu saya akan melakukan pembelaan hukum sebaik-baiknya. Dan lewat proses hukum itu, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang kredibel, saya meyakini betul sepenuh-penuhnya bahwa saya tidak terlibat di dalam proses pelanggaran hukum yang disebut sebagai proyek Hambalang itu. Ini saya tegaskan karena sekali lagi, sejak awal, saya punya keyakinan yang penuh tentang tuduhan-tuduhan yang tak berdasar itu.

Saya meyakini bahwa kebenaran dan keadilan pangkatnya lebih tinggi dari fitnah dan rekayasa. Kebenaran dan keadilan akan muncul mengalahkan fitnah dan rekayasa, sekuat apapun dibangun, sehebat apapun itu dibangun, serapi apapun itu dijalankan. Itu keyakinan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya ingin sampaikan, sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK. Mengapa? Karena saya yakin KPK bekerja independen, mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dan hal-hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan-kekuatan sebesar apapun itu.

Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. “Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.” Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan, saya menjadi yakin, saya menjadi tersangka setelah saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK berarti saya sudah divonis punya status hukum yang dimaksud, yaitu tersangka.

Apalagi saya tahu, beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, hakkul yakin, Anas menjadi tersangka. Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sebagai sprindik (surat perintah penyidikan). Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh. Sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah rangkaian kejadiannya. Dan tidak butuh pencermatan yang terlalu canggih untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan masyarakat umum dengan mudah membaca dan mencermati itu.

Saudara-saudara sekalian, kalau mau ditarik agak jauh ke belakang sesungguhnya ini pasti terkait dengan Kongres Partai Demokrat. Saya tidak ingin bercerita lebih panjang. Pada waktunya saya akan bercerita lebih panjang.

Tetapi inti dari kongres itu ibarat bayi yang lahir. Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang. Dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan organisasi di Partai Demokrat. Pada titik ini, saya belum akan menyampaikan secara rinci. Tapi ada konteks yang sangat jelas menyangkut rangkaian-rangkaian peristiwa politik itu.

Saudara-saudara sekalian, ketika saya memutuskan terjun ke dunia politik dan saya masuk menjadi kader Partai Demokrat, saya sadar betul bahwa politik kadang-kadang keras dan kasar. Dalam dunia politik, tidak sulit untuk menemukan intrik, fitnah, dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak awal.

Dan karena itu, saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya. Maka saya sampaikan saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini. Saya tidak akan pernah mengeluh tentang perkembangan situasi ini. Dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya, termasuk dengan risiko dan konsekuensi. Itu hal yang lazim saja.

Saya anggap sebagai sebuah kelaziman, tidak ganjil, tidak aneh. Apalagi di dalam sistem demokrasi kita yang masih muda, termasuk Partai Demokrat yang tradisinya masih muda.

Saudara-saudara sekalian, karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi tersangka itu lebih karena faktor nonhukum, tetapi saya punya standar etik pribadi. Standar itu mengatakan “kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.” Ini bukan soal jabatan atau posisi, ini soal standar etik.

Standar etik pribadi saya itu, Alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat. Saya sendiri di tempat ini, seminggu lalu kurang lebih, sudah menandatangani pakta integritas. Dengan atau tanpa pakta integritas pun, standar etik pribadi saya mengatakan hal seperti itu: “Saya berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.”

Terkait dengan itu, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus pada kader-kader Partai Demokrat. Yang telah memberikan kepercayaan dan mandat politik kepada saya untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum periode 2010-2015. Saya mohon maaf kalau saya berhenti di awal 2013. Saya tidak merencanakan untuk berhenti di tahun 2013. Sejauh perjalanan yang saya tempuh, saya jalankan, saya tunaikan, sebagai ketua umum, sepenuhnya saya bersungguh-sungguh menjalankan mandat dan amanat politik partai itu.

Tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu ada capaian prestasi dan masih ada bolong-bolongnya, ada lubang-lubangnya. Tapi saya menegaskan semua itu saya jalani dengan sungguh-sungguh, serius, penuh konsentrasi karena itu bagian dari panggilan jiwa politik saya.

Alhamdulillah saya bersyukur di dalam proses menunaikan tugas kurang lebih hampir tiga tahun, dua setengah tahun lebih, semuanya saya jalankan dengan penuh kesungguhan dna konsentrasi.

Terimakasih pada kader-kader Demokrat yang selama ini sama-sama menjalankan dan menunaikan tugas sesuai dengan kewenangan, otoritas, dan tugas masing-masing. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, pengurus DPD, DPC, kader-kader di seluruh Indonesia, Dewan Pembina, Majelis Tinggi, Komisi Pengawas, saya sampaikan terimakasih yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas.

Meskipun saya sudah berhenti menjadi Ketua Umum, saya akan tetap menjadi sahabat bagi kader-kader Partai Demokrat. Saya ketika melepas tentu tidak punya kewenangan organisatoris karena saya sudah lepas. Tetapi saya menjaminkan satu hal, yaitu ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Saya jamin ketulusan itu kepada kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, apapun nanti tugas langkah yang akan saya tempuh, termasuk saya ada di dalam atau di luar, apakah saya menjalani proses hukum, apakah proses hukum itu berjalan adil, obyektif, transparan atau tidak, saya menyatakan, menegaskan, menggarisbawahi, saya menjamin ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Loyalitas sebagai sahabat merupakan bagian yang indah dan menyegarkan dalam dinamika politik partai yang kadang-kadang keras dan agak panas.

Karena itulah saya yakin betul, saya akan tetap berkomunikasi sebagai sahabat dengan kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Tidak dalam posisi sebagai Ketua Umum, tetapi sebagai teman dan sahabat.

Saya juga berharap siapapun yang nanti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat bisa menunaikan tugas, bahkan jauh lebih baik dari apa yang sudah saya tunaikan bersama teman-teman pengurus. Saya yakin pasti akan datang ketua umum yang lebih baik. Saya percaya itu, karena sejarah selalu melahirkan pemimpin pada waktunya.

Selanjutnya, saudara-saudara sekalian, apa yang akan saya lakukan ke depan adalah tetap dalam kerangka memberikan kontribusi dan menjaga momentum bagi perbaikan peningkatan dan penyempurnaan kualitas demokrasi di Indonesia. Apapun kondisi dan keadaan saya.

Kondisi dan keadaan saya itu bukan faktor. Faktornya yang penting adalah bahwa saya akan tetap bersama-sama dalam sebuah ikhtiar untuk membuat Indonesia ke depan makin baik dan makin bagus.

Hari-hari ini dan ke depan, akan diuji pula bagaimana etika Partai Demokrat. Partai yang etikanya bersih, cerdas, dan santun. Akan diuji oleh sejarah apakah Demokrat partai yang bersih atau tidak bersih. Partai yang bersih atau korup. Akan diuji partai yang cerdas atau partai yang tidak cerdas. Partai yang solutif menawarkan gagasan cerdas dan bernas atau partai yang tidak seperti itu.

Juga diuji apakah Demokrat akan menjadi partai yang santun dan sadis. Apakah yang akan terjadi kesantunan politik atau sadisme politik? Tentu ujian itu akan berjalan sesuai dengan perkembangan waktu dan keadaan.

Tetapi yang paling penting saya garis bawahi, bahwa tidak ada kemarahan dan kebencian. Kemarahan dan kebencian itu jauh dari rumus politik yang saya anut. Dan mudah-mudahan juga dianut siapapun kader-kader Partai Demokrat.

Di atas segalanya, saya ingin menyatakan barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Barangkali ada yang meramalkan dan menyimpulkan ini adalah akhir dari segalanya. Hari ini, saya nyatakan ini baru permulaan. Hari ini saya nyatakan ini baru sebuah awal langkah-langkah besar. Hari ini saya nyatakan ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman-halaman berikutnya yang akan kita buka dan baca bersama. Tentu untuk kebaikan kita bersama.

Saya sekali lagi dalam kondisi apapun akan tetap berkomitmen berikhtiar memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan politik kita, demokrasi kita. Jadi, ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama.

Inilah saudara-saudara sekalian, beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan siang hari ini. Saya akan terus menjadi sahabat-sahabat kalian. Karena banyak buku yang akan kita baca bersama. Buku-buku itu jangan dipahami dalam perspektif yang ngeres, tetapi positif dan konstruktif, kebaikan dan kemaslahatan yang lebiih besar. Itulah yang menjadi titik orientasi kita.

Saya akan melepas jaket biru kebesaran, dan saya akan menjadi manusia yang bebas dan merdeka. Bukan berarti selama ini tidak bebas dan merdeka. Tapi tentu ini ada maknanya secara etik dan organisatoris. Selamat berjuang kader-kader Demokrat di seluruh Indonesia, berjuang sesuai pilihan yang merdeka. (Rrn/Dor)

sumber: Metrotvnews.
Bambang Suharno 021 70228877

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design