Artikel Populer

<< >>

Contoh Sambutan Ketua Panitia

Sambutan Ketua Panitia Seminar Nasional Tahunan ke-3 Bisnis Perunggasan Indonesia; Akankah Bisnis Perunggasan Tahun 2008 Lebih Menarik ? Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis, 7 Nopember 2007  Assalamu’alaikum ww, Salam sejahtera, Yang terhormat: Ketua Umum ASOHI Bapak Gani Haryanto beserta pengurus nasional ASOHI Para pembicara seminar:

CONTOH PIDATO TENTANG GLOBALISASI

CONTOH PIDATO TENTANG GLOBALISASI Selamat siang, Yang terhormat Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih. Yang terhormat Wakil Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti. Yang terhormat guru-guru SMP Santa Ursula BSD. Beserta seluruh murid SMP Santa Ursula BSD yang berbahagia. Salam sejahtera

Pidato, Apa dan Bagaimana

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa

Jangan Terpaku pada Naskah Pidato

Faktor yang menentukan suksesnya pidato anda adalah materi naskah pidato dan cara menyampaikannya. Sejauh ini, setiap saya memberikan pelayanan menyusun naskah pidato sambutan, saya juga memberikan saran-saran bagaimana cara menyampaikannya agar hadirin tertarik pada pidato yang disampaikan. Kalau anda terlalu banyak melihat naskah sambutan dan

Selamat siang dan sukses selalu

Selamat siang dan sukses selalu buat semua pembaca naskah saya dimanapun berada.

CONTOH SAMBUTAN SINGKAT

Assalamualaikum. Puji syukur kehadirat Allah Swt, alangkah bahagianya Persatuan Golf Ganesha (PGG) dapat berpaartisipasi kepada dunia olah raga golf amatir Indonesia dan negara tetangga dalam penyelenggaraan Ganesha Amateur Golf Invitational yang diadakan tanggal 15 Juni sampai dengan 18 Juni 2010 di Imperial Klub Golf Karawaci

Teks Pidato Perpisahan

Pidato perpisahan perlu disusun dengan baik supaya hadirin terkesan dengan acara perpisahan kita.

LAPORAN KETUA PANITIA SEMINAR NASIONAL LALU LINTAS PERDAGANGAN TERNAK BABI

LAPORAN KETUA PANITIA Selamat pagi Ibu dan Bapak yang saya hormati. Pada kesempatan yang indah ini marilah kita panjatkan syukur dan pujian ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih karena atas rahmat karunia Nya kita semua bisa berkumpul di Hotel Sahid Raya, Solo

Kiat Sukses Menyusun dan Menyampaikan Pidato

A. Definisi / Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Pidato yang baik dapat memberikan suatu

MENYUSUN TEKS PIDATO KETUA PANITIA DAN KETUA ORGANISASI

Menyusun teks pidato sambutan ketua panitia dengan teks pidato sambutan ketua organisasi adalah dua hal yang sangat berbeda, namun yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara materi yang disampaikan ketua panitia kegiatan organisasi dengan Pimpinan Organisasi. Sebagai contoh, organisasi Persatuan Insinyur Pertanian mengadakan kongres nasional.

SAMBUTAN KETUA PANITIA SEMINAR NASIONAL

Assalamualaikum ww.
Selamat pagi
Salam sejahtera untuk kita semua

Bapak Ibu dan hadirin Yang terhormat:

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana kita dapat bersama-sama meluangkan waktu dan meringankan langkah untuk hadir dalam seminar nasional hari ini dengan tema:

“PERAN PSIKOLOGI DALAM BOUNDARYLESS ORGANIZATION”

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,

Akhir-akhir ini konsep boundaryless organization makin populer di kalangan praktisi SDM. Perusahaan modern saat ini dituntut tidak lagi menerapkan job description yang kaku dan berorientasi pada pekerjaan tertentu melainkan lebih memberikan prioritas pada KSA (Knowledge-Skill-Attitude) tiap-tiap kegiatan yang didapatkan melalui analisis jabatan. Melalui sistem yang berbasis KSA ini perusahaan akan lebih mudah untuk mengidentifikasi karyawan yang paling sesuai dalam proses rekrutmen.
Dengan menerapkan konsep ini, terbukti karyawan akan merasa dihargai meski tidak berada pada posisi yang tinggi, karena mereka dihargai berdasarkan kompetensinya (KSA).
Namun untuk bisa menjalankan konsep ini secara optimal, perusahaan juga harus berani untuk melakukan perubahan-perubahan struktural baik vertikal maupun horisontal. Banyak aspek yang perlu didiskusikan dan dikaji dalam menerapkan konsep ini. Para akademisi, maupun para praktisi SDM saat ini perlu mendalami konsep boundaryless organization secara utuh agar dapat mengimplementasikannya dengan sebaik-baiknya di lingkungan kerja.
Atas dasar itulah kami berinisiatif menyelenggarakan seminar nasional dengan tema:
“PERAN PSIKOLOGI DALAM BOUNDARYLESS ORGANIZATION ;

Kegiatan berskala nasional ini meliputi tiga bagian, yaitu:
1) Seminar Nasional akan dilaksanakan pada Hari Jumat
2) Talent Training pada Hari Jumat, dengan materi pelatihan Talent Strength Finder.
3) Presentasi Call for Paper, pada Hari Sabtu

Kami bersyukur bahwa gagasan kami ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat. Sampai pagi hari ini tercatat seminar nasional diikuti oleh 120 orang peserta, talent training 50 orang opeserta dan presentasi Call for Paper 50 orang peserta. Peserta berasal dari berbagai kota antara lain Yogyakarta, Surabaya, Purwokerto, medan dan lain-lain . Peserta terjauh dari Makasar silakan berdiri. Mari kita tepuk tangan untuk menghargai rekan kita dari Makasar.

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,

Dalam seminar nasional ini, kami menghadirkan 3 pembicara utama yang kita kenal memiliki reputasi yang sangat baik di bidangnya, yaitu:
………
Sesuai dengan rencana, keseluruhan kegiatan ini akan dilaksanakan di Gedung …..

Diharapkan dengan rangkaian 3 kegiatan ini:
1. Peserta memahami secara komprehensif konsep boundaryless organization sehingga dapat mengimplementasikan dengan baik.
2. Peserta dapat melakukan Talent Strength Finder untuk mendapatkan SDM yang berkualitas.
3. Seminar ini dapat menghasilkan kajian ilmiah dan aplikatif mengenai beberapa tema SDM.

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,

Di tengah situasi krisis global dewasa ini, peran SDM semakin diperlukan dan dituntut untuk melakoni tiga peran strategis untuk menciptakan nilai perusahaan. Pertama adalah menyadarkan karyawan bahwa perusahaan menghadapi krisis, walaupun perusahaan masih punya performa bagus. Kedua , melihat berbagai peluang untuk bisa keluar dari krisis sambil menyiapkan organisasi dan manusianya untuk siap berlari cepat mendahului kompetitor setelah keluar dari krisis. Dan yang ketiga adalah menciptakan kultur dengan tema khusus agar seluruh organisasi tetap fokus untuk menghasilkan performa puncak.
Kami harapkan adanya seminar ini, dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan system SDM di berbagai perusahaan dan instansi di Indonesia.

Seminar ini diselengarakan oleh Fakultas Psikologi UI, didukung oleh …………..….

Atas terselenggaranya acara seminar ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Ibu semua, terutama:

1. Rektor Undip
2. Himpunan…….
3. Para pembicara dan moderator
4. Perusahaan sponsor yaitu:……………
5. Para peserta seminar, talent training dan call for paper.

Akhir kata, jika ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

Selamat mengikuti seminar nasional dan rangkaian kegiatan pendukungnya. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat bagi kemajuan kita di masa depan. Amin.

Kepada Bapak Rektor Undip Prof…….kami mohon berkenan memberikan pengarahan sekaligus membuka seminar nasional ini.

Wassalamualaikum ww.

Semarang, 23 September 2011
Panitia Seminar Nasional
Ketua,

_________________

LAPORAN KETUA PANITIA SEMINAR NASIONAL LALU LINTAS PERDAGANGAN TERNAK BABI

LAPORAN KETUA PANITIA

Selamat pagi Ibu dan Bapak yang saya hormati. Pada kesempatan yang indah ini marilah kita panjatkan syukur dan pujian ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih karena atas rahmat karunia Nya kita semua bisa berkumpul di Hotel Sahid Raya, Solo untuk seminar dan berdiskusi masalah Lalu-lintas Perdagangan Ternak Babi, Masalah dan Solusinya.

Pada kesempatan ini kami sampaikan selamat datang dan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Direktur Budidaya Ternak Non Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan atau yang mewakilinya
2. Kepala Pusat Karantina Hewan, Badan Karantina Pertanian, Departemen Pertanian atau yang mewakilinya
3. Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah
4. Para Kepala Dinas Peternakan-Perikanan dari Kotamadya Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kab. Boyolali, Kab Sukoharjo, Kab. Sragen, Kab.Klaten, Kab. Wonogiri
5. Para Dekan Fakultas Peternakan
6. Rekan-rekan dari Asosiasi Binasatwa Mandiri
7. Rekan-rekan dari ISPI, ASOHI, PDHI
8. Para dosen dari berbagai perguruan tinggi serta para pengusaha ternak babi serta para pengusaha sarana produksi peternakan dan kesehatan hewan
9. Hadirin sekalian yang belum kami sebutkan di atas

Seminar atau diskusi ini diselenggarakan karena masalah lalu lintas perdagangan ternak babi selalu mencuat tiap tahun dan belum dapat diatasi. Seminar diikuti oleh instansi terkait, para pengusaha ternak, para pengusaha sarana produksi peternakan dan kesehatan ternak babi, dekan fakultas peternakan dari berbagai perguruan tinggi, para dosen, rekan- rekan dari ISPI, ASOHI dan PDHI serta para calon peternak.

Bahwa pada dasarnya, di satu sisi peternakan babi sangat menjanjikan karena jika dibandingkan dengan ternak lain, babi paling produktif dan paling cepat besar sehingga dari berat lahir yang hanya sekitar 2 kg dapat meningkat menjadi 100 kg pada usia hanya 4 – 6 bulan.

Akan tetapi di sisi lain, peternakan ini sangat spesifik, karena hanya dinikmati oleh kalangan terbatas, sehingga wilayah pemasarannya pun juga terbatas.
Untuk wilayalh Jawa, misalnya pemasaran terbesar hanya ke Jakarta dan Surabaya, sebagian lagi untuk memenuhi kebutuhan berbagai kota besar serta kebutuhan konsumen lokal di sekitar daerah peternakan babi. Di Pulau Jawa, populasi ternak babi mencapai 5 (lima ) juta ekor, yang jika diperhitungkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Pulau Jawa. Jika kondisi ini bertahan, maka harga jual babi hidup diharapkan akan stabil. Akan tetapi, seringkali pada saat harga jual tinggi, babi dari daerah lain masuk ke Jawa sehingga harga babi di Jawa menjadi anjlok. Hal ini tentu saja tidak diinginkan khususnya oleh para pengusaha peternakan babi di Jawa.

Setiap tahun hal ini selalu menjadi masalah bagi para pelaksana bisnis peternakan babi di Pulau Jawa yang mungkin juga terjadi di wilayah lain di Indonesia. Untuk itu, kami mengharap bantuan dari Ibu dan Bapak Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah, Direktorat Budidaya Ternak non ruminansia dan Pusat Karantina Hewan untuk mengatasi masalah ini. Mungkin ada peraturan atau aturan main tertentu dalam lalu lintas perdagangan ternak khususnya ternak babi yang belum kami ketahui.

Masalah lain yang perlu di atasi adalah perbibitan, karena angka depresi inbreeding pada babi di Indonesia sudah cukup menghawatirkan yang dikhawatirkan akan mengakibatkan performance ternak babi menjadi kurang baik. Dari tahun ke tahun tetua babi yang ada di Indonesia hanya bersaling silang antara babi yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Sebagian peternak memang sudah berinisiatif impor semen beku dari berbagai Negara (Amerika, kanada, Australia, new Zealand) dan Negara-negara lain di dunia. Akan tetapi prosedur yang seharusnya kami lalui tidak sepenuhnya kami ketahui sehingga kami merasa untuk impor semen beku sangat sulit. Sebagai akibatnya, kadang-kadang ditempuh jalan pintas untuk impor semen yang mungkin belum sepenuhnya benar dari segi kesehatan atau pun penyakit bawaan.

Untuk mengatasi masalah kualitas babi, pada kesempatan ini kami menghadirkan pembicara dari Inggris, yang kebetulan adalah pemilik perusahaan penanganan semen babi. Diharapkan melalui acara ini dapat ditemukan cara yang mudah untuk meningkatkan kualitas ternak babi di Indonesia. Jika ada, mungkin bekerja sama dengan AMI dan pemerintah daerah, salah satu peternakan di sini dapat menjadi pusat distribusi semen beku babi. Jika ada tanggapan positip, rencana akan diadakan workshop bagaimana melaksanakan kawin suntik pada babi agar hasilnya optimal. Para peserta yang berminat harap mendaftar di panitia.

Masalah- masalah lain masih banyak yang harus diatasi misalnya standarisasi kualitas daging, bagaimana upaya untuk mempermudah pengiriman ternak apakah mungkin dengan pengiriman karkas ke kota besar supaya kerugian akibat matinya babi sepanjang transportasi dapat diatasi..

Untuk membantu mengatasi berbagai masalah pada peternakan babi, Assosiasi Monogastrik Indonesia (AMI) sesuai dengan misinya menjadi jembatan antara pemerintah, perguruan tinggi dan peternak serta pengusaha sarana produksi dan kesehatan ternak selalu berusaha mencarikan solusi yang paling tepat. Salah satu caranya adalah menghubungi para penentu kebijakan yang berhubungan dengan masalah yang ada.

Dalam seminar kali ini AMI bekerja sama Gita Organizer, sebuah event organizer yang berpengalaman dalam menyelenggarakan seminar dan pelatihan peternakan dan kesehatan hewan dan didukung oleh PT Kalbe Farma divisi Animal Health, PT Romindo Primavetcom, PT Pfizer Indonesia, PT Biotek Sarana Industri, British Pig Association. AMI juga mendapat dukungan dari majalah INFOVET, Trobos dan Poultry Indonesia serta Gita Pustaka, G-Multimedia, dan Satwa Kesayangan. Diharapkan dengan dukungan dari media lingkup peternakan dan kesehatan hewan ini, berbagai masalah yang diangkat dalam seminar ini mendapat perhatian dari masyarakat termasuk pemerintah.

Seminar dan diskusi ini tidak akan terselenggara tanpa dukungan dari Bapak Hadi Santoso Ketua ASOHI Jawa Tengah dan juga Kepala Cabang Paeco Agung Jateng, Bapak Robby dari Bina Satwa Mandiri, Bapak Suharto dari Lembah Hijau, Bapak Agus dari ISPI, Bapak Toto (Romindo), Bapak Mulyawan Sapardi, Bapak Dr.Pollung Siagian dari IPB yang juga dewan pakar AMI, Bapak Enggano Swara dari Kedutaan Besar Inggris, serta rekan-rekan lain dari Solo dan sekitarnya yang belum kami sebutkan. Terima kasih sekali atas bantuannya.

Kami berharap hasil seminar ini kita tindak lanjuti dengan langkah kongkrit sehingga masalah yang kita hadapi bersama bisa dicari solusinya.

Semoga seminar dan diskusi ini bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan peternakan kita, bukan hanya babi tetapi juga akan memberi semangat kepada peternakan lain. Kami juga mohon maaf jika pada penyelenggaraan ini ada hal-hal yang kurang menyenangkan. Amin

Solo, 27 Juni 2007
Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI)
Ketua Umum

Dr.Ir. Rachmawati Siswadi M.Agr.Sc

disusun oleh Bambang Suharno

Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Pidato Pelantikan Kenaikan Tahta 18 Maret 1940

“Sepenuhnya saya menyadari bahwa tugas yang ada dipundak saya adalah sulit dan berat, terlebih-lebih karena ini menyangkut mempertemukan jiwa barat dan timur agar dapat bekerjasama dalam suasana harmonis, tanpa yang timur harus kehilangan kepribadiannya. Walaupun saya telah menyenyam pendidikan barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan TETAP ORANG JAWA. Maka selama tak menghmabat kemajuan, adat akan tetap menduduki tempat yang utama dalam kraton yang kaya kan tradisi”

(Pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam pidato pelantikan kenaikan tahta 18 maret 1940. Sumber: berbudayauntukindonesia.blogspot.com)

Sambutan Halal Bihalal

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang kami hormati,
Hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah diberikan kepada kita semua, sehinggga pada malam yang berbahagia ini kita masih bisa diberi kenikmatan, sehingga kita semua yang hadir disini dapat bertemu bersilaturahmi, khususnya dalam acara halal bihalal, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri yang berbahagia ini.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia.
Saya atas nama Ketua Panitia halal bihalal, sudah sepantasnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada hadirin, yang dengan penuh keikhlasan telah sudi meluangkan waktu untuk menghadiri acara Halal bihalal ini, dengan penuh kesadaran, menghariri undangan yang telah kami sebarkan.

Sebagai umat Islam sudah selayaknya kita berlapang dada, khususnya terhadap sesama muslim dan muslimah, yang sudah barang tentu dalam kehidupan sehari-hari melakukan hal-hal yang membuat kita khilaf, rasa salah dan rasa berdosa. Untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini kami mengajak hadirin dan hadirat, untuk melapangkan dada, membuka hati dengan rasa sabar dan penuh keikhlasan, atas ridla Allah meminta dan memberi maaf atas kesalahan di antar kita semua, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Pada kesempatan yang berbahagia ini pula, acara akan diisi oleh siraman rohani dengan tema “Hikmah dari Halal Bihalal” yang akan disampaikan oleh Bpk Ustad….. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak untk hadir dan memberikan ceramah pada majlis yang mulia ini.

Selaku pribadi dan selaku ketua Panitia, kami dalam kesempatan ini pula kami mohon maaf kepada hadirin jika ada sesuatu selama ini yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan diantara kita semua dan memberikan kekuatan lahir dan bathin. Amin..

Akhirulkalam, Wabilahitaufiqwalhidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ketua panitia,

___________________

sumber: dimodifikasi dari contohnaskah.blogspot.com

PIDATO LENGKAP BUNG KARNO SAAT PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945

SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN!

Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!

Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.

Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.

Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara!

Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:

PROKLAMASI

KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKN KEMERDEKAAN INDONESIA.

HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN, DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SEKSAMA DAN DALAM TEMPO SESINGKAT-SINGKATNYA.

JAKARTA, 17 AGUSTUS 1945

ATAS NAMA BANGSA INDONESIA

SUKARNO – HATTA

Demikianlah saudara-saudara!

Kita sekarang telah merdeka!

Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!

Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia – merdeka kekal dan abadi. Insyaallah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!

Pidato, Apa dan Bagaimana

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.

Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.

Fungsi pidato

Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.

Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.

Menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.

mempermudah komunikasi.

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan pernyataan tentang suatu hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato juga merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya doperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Praktik pidato

Biasanya dipraktikkan oleh pemimpin organisasi kepada anak buah organisasinya

Dipraktikkan oleh pemimpin atau pejabat negara guna mempermudah adanya komunikasi sehingga terciptanya keadaan yang demokratis

Dipraktikkan untuk menenangkan massa / khalayak ramai

Biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato

Contoh pidato

Pidato kenegaraan

Pidato wisuda

Pidato kepemimpinan

Pidato keagamaan

Orasi

Metode Pidato

Impromptu yaitu metode berpidato yang serta merta tanpa adanya persiapan

Memoriter yaitu metode berpidato dengan menghapalkan naskah pidato terlebih dhulu.

Naskah yaitu metode berpidato dengan membacakan teks/naskah pidato.

Ekstemporan yaitu metode berpidato dengan terlebih dahulu menyiapkan garis-garis bersar konsep pidato yang akan disampaikan.

Teks Orasi Bambang Suharno di acara Wisuda STIE Tunas Nusantara Jakarta 18 Des 2010 (Judul Mengembangkan Mental Wirausaha Untuk Membangun Masyarakat Berbudaya Wirausaha)

Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi saya, karena inilah yang pertama kalinya saya diundang untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam sebuah forum yang sangat terhormat, yaitu acara wisuda sarjana dan ahli madya STIE Tunas Nusantara Jakarta.

Materi yang akan saya sampaikan dalam forum ini merupakan hasil pengalaman, pengamatan, kontemplasi bertahun-tahun mengenai kewirausahaan. Materi ini saya tujukan khususnya untuk para lulusan STIE Tunas Nusantara yang tengah berbahagia pada hari ini, dengan harapan apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat dalam mengembangkan karir masa depan Saudara-Saudara semua.

 

Cara Gila dan Cara Tidak Gila

Akhir-akhir ini kewirausahaan telah menjadi spirit baru bagi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia. Semangat ini tercermin dari banyaknya kaum muda yang mulai sadar akan peluang sukses melalui kegiatan kewirausahaan.

Sejumlah seminar dan training wirausaha digelar di berbagai kota oleh berbagai lembaga. Buku-buku wirausaha makin banyak diminati masyarakat. Pesan yang disampaikan para penganjur kewirausahaan cukup beragam, dan kemudian ada pendapat umum yang menyatakan bahwa “Menjadi Pengusaha Harus Gila”. Kata gila diterjemahkan “tidak perlu rajin kuliah hingga terkena sanksi Drop Out (DO) kemudian otomatis jadi pengusaha” atau “silakan malas bekerja bagi karyawan, dan suatu hari di-PHK sehingga dalam situasi terdesak dapat menjadi pengusaha”.

Diakui, tidak sedikit para korban Drop Out dan  PHK dapat sukses membangun bisnis. Akibat DO dan PHK mereka punya daya juang tinggi, tidak mau kalah dengan mereka yang bekerja atau kuliah dengan tekun.

Akan tetapi dalam bisnis tidak ada istilah “formula tunggal”. Jika ada “cara gila”, dipastikan ada “cara tidak gila” jadi pengusaha. Dan banyak sekali pengusaha sukses yang menerapkan cara-cara tidak gila menjadi pengusaha hebat. Mereka ada yang kuliah hingga lulus dan merintis bisnis hingga sukses. Ada yang mengawalinya dengan menjadi karyawan kemudian menjadi pengusaha. Mereka merencanakan bisnisnya dengan normal dan berhasil melipatgandakan pertumbuhannya bisnisnya.

Trilogi Mental Wirausaha; Antara Yang Gila dan Tidak Gila

Banyak pakar menyebutkan, entrepreneur adalah orang-orang yang sangat berani mengambil resiko, memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, berjiwa kompetisi, cepat tanggap terhadap perubahan, dan berbagai ciri lainnya yang kerap kali makin menjauhkan kita dari impian wirausaha. Banyak pakar yang menyebutkan berbagai macam syarat wirausaha yang justru menghasilkan kesimpulan bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi pengusaha.

Padahal jika kita sepakat untuk membangun masyarakat berbudaya wirausaha, maka kegiatan kewirausahaan  haruslah menjadi sebuah kebiasaan yang bisa dilakukan oleh siapapun, baik yang mampu menerapkan “cara gila” maupun “cara tidak gila”.

Melalui pengamatan dan pengalaman, saya menyimpulkan bahwa para pebisnis hebat pada umumnya memiliki 3 ciri dalam menjalankan kehidupannya. Saya menyebutnya Trilogi mental wirausaha, yaitu:

1.            Mental produktif.

Orang-orang bermental produktif senantiasa berupaya agar setiap mendapatkan penghasilan selalu berupaya menyisihkannya untuk menciptakan penghasilan baru. Sebuah survey terhadap eksekutif yang berpenghasilan di atas 15 juta/bulan oleh Citibank tahun 2007, menunjukan kenyataan yang sebaliknya. Pada umumnya mereka menghabiskan gajinya begitu saja. Bahkan 60% dari gajinya digunakan untuk membayar cicilan hutang, sisanya yang 40% untuk belanja konsumtif. Artinya 100 % pengeluaran adalah pengeluaran konsumtif. Cara ini sangat beresiko jika sewaktu-waktu mereka terkena PHK.

Masyarakat perkotaan banyak yang terjebak pada kehidupan yang sangat konsumtif. Mereka berkarir mengejar gaji, namun semakin tinggi gajinya, hutangnya semakin membengkak. Dan celakanya semua hutangnya adalah hutang konsumtif.

Lebih celaka lagi apabila para pedagang menerapkan pola pengelolaan uangnya sebagaimana karyawan. Hampir dapat dipastikan bisnis mereka akan stagnan, seperti tanaman yang tidak diberi pupuk.

Justru mental produktif ini banyak saya temukan di pedesaan yang berbudaya pertanian. Banyak pegawai yang menyisihkan gajinya untuk membeli sawah dan kebun atau untuk mengembangkan lahan pertanian warisan orang tua mereka, sehingga mereka dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

2. Mental pemberdaya

Mental pemberdaya adalah kemampuan dan kebiasaan untuk memimpin dan mendelegasikan pekerjaan. Jika pengusaha pemula terjebak mengerjakan hal teknis terus-menerus, bisnis mereka akan berjalan di tempat. Hal ini karena fokus perhatiannya bukan pengembangan bisnis melainkan mempertahankan rutinitas pekerjaan. Mereka yang terlalu memfokuskan diri pada hal-hal teknis dan rutinitas sehari-hari, akan terjebak pada kesibukan menegur dan meluruskan kesalahan karyawan, bukan membimbing dan memberdayakannya.

Belajarlah memimpin dalam komunitas terkecil agar mampu menjadi pebisnis yang handal. Para mahasiswa yang terbiasa aktif di kegiatan kemahasiswaan setidaknya sudah memiliki bekal sebagai seorang calon pemimpin. Belajar kepemimpinan yang terbaik adalah langsung praktek memimpin, sambil belajar teorinya.

3. Mental Tangan di atas.

Ini mungkin banyak dilupakan atau malah diabaikan oleh para ilmuwan bisnis. Kita semua mungkin bisa menerapkan ilmu marketing kelas dunia, menerapkan manajemen paling canggih. Apakah dijamin bisa berhasil? Ternyata tidak. Anda boleh menerapkan strategi marketing yang sudah terbukti berhasil di perusahaan lain, namun hal ini tidak serta-merta anda menghasilkan kesuksesan yang sama.

Maka petuah kuno sangat bermanfaat, yaitu “semakin kita banyak memberi, maka semakin banyak mendapatkan”.

Menerapkan Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha

Berikut ini saya uraikan Tujuh Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha yang dapat anda lakukan mulai hari ini.

1. Tingkatkan Sedekah

 

Coba kita cermati data ini. Total sumbangan 50 dermawan terbesar USA th 2003 sebesar Rp. 500 triliun. Mereka menyumbang 40% dari hartanya. Warren Buffet, salah satu orang terkaya dunia, kekayaannya sebesar 42 miliar USD (Rp 400 Triliun), menyumbang 80% kekayaan untuk kegiatan sosial. Charles feeney (pemilik duty free shop) menyumbangkan 39% sahamnya untuk kegiatan sosial.

Tidak sedikit orang berkomentar, mereka mampu menyumbang sebegitu banyak karena uangnya sudah melimpah. Menurut hemat saya, kita harus berpikir sebaliknya “karena terbiasa menyumbang dalam prosentase banyak, maka Tuhan menitipkan lebih banyak rejeki untuk mereka”.

Sedekah adalah anjuran semua agama. Donald Trump, pengusaha real estate USA nyaris bangkrut di tahun 1990an, dengan hutang 6 juta USD. Ia memulai kebangkitannya dengan beramal lebih banyak.

Sedekah adalah teknik yang dapat di lakukan siapapun yang ingin menerapkan “mental tangan di atas”.

2. Mengumpulkan modal

Modal utama seorang untuk memulai bisnis adalah networking, kemampuan, kemauan dan kredibilitas. Sekalipun demikian, modal dalam bentuk rupiah kadangkala dibutuhkan, terlebih bagi yang belum memiliki network yang memadai.

Oleh karena itu meskipun belum ada bayangan mau berbisnis apa, sebaiknya mulailah menyisihkan sebagian pendapatan anda. Sisihkan sebagian untuk sedekah, dan sebagian lagi untuk ditabung. Bisa juga anda menabung dalam bentuk fisik seperti emas, property, tanaman, ternak atau yang lainnya. Tabungan produktif semacam itu untuk melatih pengendalian jiwa konsumtif.

Banyak orang merasa tidak mampu menyisihkan uang untuk menabung, karena yang dilakukan adalah, uang yang ada dipakai terlebih dahulu, sisanya baru ditabung. Ini cara yang salah, karena kenyataannya, berapapun uangnya, jarang sekali orang yang hidup di dunia modern ini yang sanggup menyisihkan uang untuk tabungan. Cara yang benar adalah disisihkan dulu untuk ditabung, sisanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Ada yang bereaksi “mana cukup?”. Saran saya, coba saja dari yang kecil. Anda akan menyadari bahwa pada akhirnya bisa juga dilakukan dalam situasi yang serba terbatas.

Seorang office boy bernama Waryono (anggota Indonesian Entrepreneur Society/IES) yang gajinya hanya sebatas UMR, nyatanya mampu menyisihkan uang untuk membuka warung sembako yang dimulai dengan Rp. 500 ribu. Saat ini bisnisnya sudah berkembang menjadi usaha pecel lele, usaha tanaman hias, warung padang dan WC umum.

3. Menetapkan pilihan bisnis

 

Bagi sebagian orang, proses ini tidaklah gampang. Sebagian mengatakan, di masa ekonomi sulit sekarang ini, bisnis apa yang menguntungkan. Mau bisnis voucher pulsa sudah banyak di setiap ujung jalan, mau buka usaha kuliner sudah berjubel di setiap perumahan, mau mendirikan sekolah juga sudah banyak sekali dan sebagian tidak laku, mau buka warung sembako juga begitu.

Sebagian lagi merasa peluang bisnis demikian banyak, sampai sulit memilih yang mana yang cocok. Kelompok ini berpikiran sangat positif. Mereka melihat banyaknya usaha warnet, usaha voucher pulsa, usaha kuliner dan lain-lain sebagai pertanda bahwa peluang makin banyak karena adanya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Apapun kesulitan anda, camkanlah bahwa sulit artinya bisa. Jangan sekali-kali mengatakan sulit artinya tidak bisa. Agar supaya kata-kata sulit berubah menjadi bisa, maka disarankan agar mulai dengan banyak berdialog dengan pelaku bisnis, banyak membaca peluang bisnis. Anda perlu mempertimbangkan faktor eksternal yaitu peluang di lingkungan terdekat, kemudian mempertimbangkan faktor internal, yaitu kesenangan, dukungan lingkungan keluarga, network yang tersedia dan lainnya.

Pilihan anda akan mengerucut pada 1 atau lebih bisnis pilihan anda. Segeralah lakukan salah satunya.

Untuk memudahkan, mari kita lihat beberapa aspek yang bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan bisnis.

  • Minat dan Hobi. Bill Gates, Anita Roddick (Body Shop), Susi Susanti, Elfira Nasution mengembangkan bisnis sesuai minat dan hobynya.
  • Pekerjaan dan Keterampilan. Banyak orang memulai usaha diawali dengan kegiatan yang seiring dengan pengalaman kerja dan ketrampilan.
  • Pengalaman. Contohnya King C Gillette kesal karena sering terluka ketika ia bercukur dengan pisau yang tajam, di kemudian hari ia dapat menciptakan pisau cukur yang praktis yang dikenal di Indonesia sengan nama silet.
  • Pengamatan. Isaac Merritt Singer mengidentifikasi kebutuhan  mesin jahit untuk rumah tangga, dengan merk Singer. George Eastman mengamati  kamera besar dan berat, ia ciptakan kamera portable.
  • Pendidikan. Banyak orang berpendidikan teknik, pertanian, computer dan lain-lain kemudian dapat menciptakan ide bisnis cemerlang berdasarkan pendidikannya.

4. Mendapatkan mitra bisnis.

Kita semua paham, bahwa tidak ada orang sukses sendirian dalam menjalankan bisnis dan karir pekerjaan. Di balik sukses para bintang, banyak orang yang menjadi pendukung sukses mereka. Begitupun dalam berbisnis. Jika anda punya banyak uang untuk dijadikan sebuah bisnis, anda perlu mitra yang mampu mengolah modal anda agar dapat berkembang. Sebaliknya jika anda akan menjalankan bisnis tapi tidak punya modal, anda membutuhkan mitra yang memiliki modal. Anda juga akan membutuhkan karyawan sebagai mitra anda untuk mengembangkan bisnis.

Karena kita akan memilih mitra bisnis, sebaiknya calonnya lebih dari satu. Untuk itu mulailah mencari calon mitra anda dengan cara memasang iklan di media cetak, mengumumkan melalui internet, sms, dan sarana komunikasi lainnya.

Pergaulan dengan kalangan pelaku bisnis akan lebih memudahkan anda mendapatkan mitra bisnis.

5. Mengelola dan Mengembangkan

Pepatah mengatakan, rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Petuah “hemat pangkal kaya” biasanya diterjemahkan dengan menabung untuk masa depan. Tidak sedikit orang memimpikan bahwa di masa tua nanti, dapat hidup dari bunga deposito yang besar dari akumulasi menabung.

Tapi berdasarkan kalkulasi bunga bank yang normal, berhemat dengan cara menabung semata-mata untuk mendapatkan bunga, merupakan cara yang sangat lambat untuk memproduktifkan uang. Jika Anda mengharapkan bunga deposito Rp 5 juta rupiah/bulan sebagai passive income di masa depan, maka Anda perlu menabung sebesar 1 juta per bulan selama 28 tahun tanpa pernah berhenti dan tak diambil satu rupiahpun. Ini dengan asumsi bunga bank 8 persen per tahun.

Itu sebabnya, pengembangan dana melalui bisnis merupakan cara-cara yang memungkinkan kita dapat menerapkan mental uang produktif secara lebih cepat.

Caranya adalah dengan meningkatkan skala usaha atau melakukan duplikasi terhadap bisnis yang sudah berjalan. Di sinilah kemampuan anda menjalankan mental produktif diuji. Anda harus mampu menyisihkan setiap hasil bisnis untuk membuat bisnis baru. Demikian seterusnya agar pertumbuhan bisnis anda dapat mencengangkan banyak orang. Pada umumnya, jika hal ini dilakukan secara konsisten dengan cara yang baik, kita tidak perlu menunggu 28 tahun.

Selain kemampuan mengelola uang produktif, juga kemampuan memberdayakan orang. Tantangan kita dalam mengembangkan bisnis adalah bagaimana mendapatkan karyawan yang tepat dan bagaimana memberdayakannya agar dapat bekerja optimal.

6. Bersikap Ikhlas

Seorang entrepreneur harus bersikap ikhlas menerima hasil usahanya, berapapun hasilnya. Kelak, orang yang ikhlas akan merasakan dampak positifnya dalam jangka panjang. Ikhlas terletak di dalam hati. Orang yang bersikap ikhlas akan mempunyai ketentraman jiwa dan ketenangan batin. Jika kita tidak ikhlas dalam menerima hasil usaha yang kita kerjakan, maka kita harus bersiap kecewa dan dihantui ketakutan.

Kebanyakan dari kita haus akan simbol-simbol kesuksesan. Keinginan orang terlalu dini untuk memperolehnya. Banyak karyawan yang menomorsatukan penampilan dan gengsi sebagai orang yang sukses dan mapan, lantas membangun rumah mewah, membeli mobil bagus, alat komunikasi yang canggih, dan simbol kesuksesan lainnya dengan melalui pinjaman konsumtif.

Ikhlas adalah sikap yang mudah diucapkan dan untuk menerapkannya perlu latihan yang konsisten. Setiap orang bisa memiliki sikap ikhlas dalam hidupnya, asal sering berlatih, sebagai berikut:

  • Ketika akan melangkah, luruskan niat bahwa bisnis adalah kegiatan spiritual dengan maksud ibadah menjalankan perintah Tuhan.
  • Berprasangka baik terhadap apapun yang terjadi kepada Tuhan. Dengan mempraktekkan sikap ini, kita akan bisa bersikap ikhlas dalam menerima setiap hasil.
  • Sinkronkan pikiran, perasaan dan tindakan.
  • Jadikanlah bahagia  untuk meraih sukses (bukan mensyarakatkan sukses meraih sesuatu agar dapat bahagia)
  • Jangan merasa sebagai korban
  • Penuhi setiap hari dengan perasaan syukur

Sikap ikhlas akan membuat kita lebih produktif, mampu menyelesaikan masalah lebih cepat dan hidup lebih sehat dan produktif.

7. Mengembangkan Pergaulan Wirausaha

Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa jika kita ingin mengetahui seseorang, kenalilah siapa temannya. Jika sahabatnya adalah pencopet, bisa dipastikan orang tersebut tidak jauh dari dunia kejahatan itu. Sahabat dan teman yang berada disekitar kita akan mempengaruhi diri kita. Jika kita berdekatan dengan penjual minyak wangi, kita akan menjadi harum, jika kita berdekatan dengan tukang sate, maka baju kita akan tercium aroma sate. Begitu besar peran teman atau sahabat.

Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi pengusaha, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak pergaulan dengan wirausahawan. Selain berkenalan secara langsung, kita bisa ikut perkumpulan atau komunitas dimana para entrepreneuer berkumpul. Jika anda tertarik dan senang dengan dunia maya, anda bisa menjadikannya media untuk bergabung dengan milist para wirausahawan. Datang ke pameran bisnis, ikut seminar wirausaha, bergabung dengan komunitas wirausaha, adalah cara yang efektif untuk memperluas pergaulan wirausaha. Pergaulan wirausaha akan membuat mental wirausaha kita semakin kuat. Dari pergaulan inilah dapat terbentuk masyarakat yang berbudaya wirausaha.

Penutup; Membuat Situasi Terdesak

 

Dalam situasi terdesak, kita akan lebih cepat bergerak seakan memiliki energi yang luar biasa, lebih cepat mengambil keputusan dan lebih terampil. Keterdesakan menciptakan keberanian dan kecerdasan. Prof Yohanes Surya memperkenalkan istilah Mestakung (Alam Semesta Mendukung). Menurutnya, situasi terdesak membuat makhluk Tuhan  mampu melakukan sesuatu di luar kemampuan yang umum. Alam semesta mendukung upaya luar biasa dari setiap makhluk. Burung-burung di suatu benua bisa bermigrasi ke benua lain dalam situasi terdesak akibat perubahan cuaca.

Gambaran sederhananya, jika kita lari pagi dikejar 10 ekor anjing galak, dipastikan kecepatan lari kita sangat cepat dibandingkan lari pagi sendirian.

Untuk itu, bagi anda yang sudah punya niat memulai bisnis, segeralah membuat situasi terdesak. Anda bisa membuat spanduk, mencetak brosur, kartu nama atau apapun yang membuat orang lain menagih rencana anda. Semakin sering ditagih, semakin cepat anda berinovasi untuk dapat merealisasikan rencana bisnis anda.

Selamat berbisnis mengasah mental wirausaha.

Jakarta, Sabtu, 18 Desember 2010

Bambang Suharno

TRANSKRIP PIDATO PRESIDEN OBAMA DI UI 10 NOV 2010

Pidato Presiden USA Obama di UI di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat di hadiri Sekitar 7.500 orang, termasuk sejumlah menteri, tokoh politik, pengusaha, cedekiawan dan mahasiswa Indonesia yang hadir untuk menyimak pidato bersejarah Barack Obama ini.

Berikut Berikut terjemahan tak resmi dari pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang melawat ke Jakarta, 9-10 November 2010

*

Terima kasih atas sambutan yang hangat ini. Terima kasih kepada semua penduduk Jakarta. Dan terima kasih bagi seluruh bangsa Indonesia.

Saya senang akhirnya bisa berkunjung ke negeri ini dengan ditemani oleh Michelle. Tahun ini, kami telah dua kali gagal datang keIndonesia . Namun, saya berkeras untuk menyambangi sebuah negeri yang amat bermakna bagi saya ini. Sayangnya, lawatan ini begitu singkat. Tapi saya berharap bisa datang lagi tahun depan pada saatIndonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur.

Sebelum berbicara lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa doa dan perhatian kami tertuju kepada para korban bencana tsunami dan gunung meletus baru-baru ini, khususnya bagi mereka yang kehilangan orang tercinta serta tempat tinggal. Amerika Serikat senantiasa ada di sisi pemerintah dan bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana alam ini, dan kami akan dengan senang hati menolong semampunya. Sebagaimana tetangga yang mengulurkan tangan kepada tetangganya yang lain, dan banyak keluarga menampungorang-orang yang kehilangan rumah, saya tahu bahwa kekuatan dan ketahanan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan sanggup mengangkat kalian keluar dari kesusahan ini.

Saya akan memulai dengan pernyataan sederhana: Indonesia bagian dari diri saya. Pertama kali saya bersentuhan dengan negeri ini adalah ketika ibu saya menikahi seorang pria Indonesia bernama Lolo Soetoro. Sebagai seorang bocah, saya terdampar di sebuah dunia yang berbeda. Namun, orang-orang di sini membuat saya merasa berada di rumah saya sendiri.

Pada masa itu, Jakarta terlihat begitu berbeda. Kota ini disesaki gedung-gedung yang tak begitu tinggi. Hotel Indonesia adalah salah satu bangunan tinggi. Kala itu, ada sebuah pusat perbelanjaan baru bernama Sarinah. Jumlah becak jauh lebih banyak daripada kendaraan bermotor. Dan jalan raya tersisih oleh jalan-jalan kampung tak beraspal.

Kami tinggal di Menteng Dalam, pada sebuah rumah mungil yang halamannya ditumbuhi sebatang pohon mangga. Saya belajar mencintai Indonesia pada saat menerbangkan layang-layang, berlarian di sepanjang pematang sawah, menangkap capung, dan jajan sate atau bakso dari pedagang keliling. Yang paling saya kenangkan adalahorang -orangnya: lelaki dan perempuan sepuh yang menyapa kami dengan senyumnya; anak-anak yang membuat seorang asing seperti saya jadi seperti tetangga; dan guru-guru yang mengajarkan keluasan dunia.

Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa, dan orang-orang dari berbagai daerah dan suku, periode saya tinggal di negeri ini melapangkan jalan bagi saya menghargai kemanusiaan. Walau ayah tiri saya, sebagaimana orang Indonesia umumnya, dibesarkan sebagai seorang Muslim, ia sepenuhnya percaya bahwa semua agama patut dihargai secara setara. Dengan cara itu, ia mencerminkan semangat toleransi keberagamaan yang diabadikan dalam Undang-undang DasarIndonesia yang tetap menjadi salah satu ciri negeri ini, yang tentunya memberi inspirasi.

Saya tinggal di kota ini selama bertahun-tahun — sungguh suatu masa yang membentuk masa kecil saya; suatu masa yang menjadi saksi bagi kelahiran adik saya yang manis, Maya; dan suatu masa yang telah memesona ibu saya sehingga ia terus-menerus menghampiriIndonesia 20 tahun kemudian untuk tinggal, bekerja dan bepergian – mengejar hasratnya mendorong terbukanya kesempatan di pedesaan Indonesia khususnya bagi perempuan. Sepanjang hidupnya, negeri ini, beserta orang-orangnya, tetap tersimpan di hati ibu saya.

Begitu banyak yang berubah dalam empat dekade ini sejak saya kembali ke Hawaii. Jika kalian bertanya kepada saya – atau teman sekolah pada masa itu yang mengenal saya – saya yakin tak ada di antara kami yang mampu menyangka bahwa saya akan kembali ke negeri ini sebagai Presiden Amerika Serikat. Dan beberapa orang semestinya bisa meramalkan kisah luar biasa yang melibatkan Indonesia dalam empat dekade terakhir.

Jakarta yang dahulu saya kenal kini telah berkembang menjadi sebuah kota yang dijejali hampir sepuluh juta manusia, gedung-gedung pencakar langit yang membuat Hotel Indonesia terlihat kerdil, serta pusat-pusat kebudayaan dan perdagangan. Dulu saya dan kawan-kawan semasa kanak biasa berkejar-kejaran di lapangan ditemani kerbau dan kambing. Kini, generasi baru Indonesia termasuk dalam golongan paling terhubung dalam jagat komunikasi dunia melalui telepon genggam dan media sosial. Dulu, Indonesia sebagai bangsa yang masih muda berfokus ke dalam. Kini, bangsa ini memainkan peran penting di kawasan Asia-Pasifik dan ekonomi global.

Perubahan ini menjangkau ranah politik. Waktu ayah tiri saya masih kanak-kanak, ia menyaksikan ayah dan abangnya pergi berperang dan tewas demi kemerdekaan Indonesia. Saya lega bisa ada di sini tepat ketika Hari Pahlawan untuk mengingat jasa begitu banyak orang Indonesia yang rela berkorban demi negara yang besar ini.

Ketika saya pindah ke Jakarta pada tahun 1967, beberapa daerah di negeri ini baru saja mengalami penderitaan dan konflik yang hebat. Meski ayah tiri saya pernah menjadi seorang tentara, kekerasan dan pembantaian yang terjadi pada masa kekisruhan politik itu tak dapat saya pahami karena keluarga Indonesia dan teman-teman saya memilih bungkam. Di dalam rumah tangga saya, seperti keluarga Indonesia umumnya, peristiwa itu hadir secara sembunyi-sembunyi. Bangsa Indonesia merdeka, tapi rasa takut senantiasa mengikuti.

Pada masa-masa sesudahnya, Indonesia memilih jalurnya sendiri melalui tranformasi demokratis yang luar biasa – dari pemerintahan tangan besi, ke pemerintahan rakyat. Tahun-tahun belakangan, dunia menyaksikan dengan harapan dan rasa kagum usaha bangsa Indonesia merengkuh peralihan kekuasaan dengan jalan damai dan pemilihan kepala negara serta daerah secara langsung. Ketika demokrasi di negeri ini disimbolkan oleh terpilihnya Presiden dan wakil rakyat, ketika itu pula demokrasi dijalankan dan dipelihara melalui kontrol dan keseimbangan (check dan balance): Sebuah masyarakat madani, partai dan serikat politik yang madani; media dan warga negara penuh semangat yang telah yakin bahwa – di dalamIndonesia – tak ada lagi jalan memutar.

Bahkan ketika tanah tempat kemudaan saya pernah berlalu ini telah berubah banyak, hal-hal yang pernah saya pelajari untuk mencintaiIndonesia – semangat toleransi yang tercantum dalam Undang-undang Dasar dan terpacak melalui masjid, gereja dan candi, pun tertanam dalam darah bangsa – masih mengalir di tubuh saya. Bhinneka Tunggal Ika – persatuan dalam keragaman. Falsafah itu merupakan pondasi yang dicontohkanIndonesia kepada dunia. Itu sebabnya Indonesia akan memainkan peran penting pada abad ke-21.

Hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai seorang sahabat sekaligus Presiden yang mengharapkan terjalinnya kerja sama erat antar kedua negara. Sebagai negara yang luas dan majemuk, berdamping-dampingan dengan Samudera Pasifik dan, di atas itu semua, demokrasi, Amerika Serikat dan Indonesia ditakdirkan bersama oleh kepentingan dan nilai-nilai yang sama.

Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya menyetujui Kerja Sama Komprehensif yang baru antara Amerika Serikat dan Indonesia. Pemerintahan kedua negara mempererat hubungan di berbagai bidang dan, yang juga penting, memperkuat hubungan antar bangsa. Kerja sama ini tentunya berdasar atas rasa saling membutuhkan dan saling menghormati.

Dengan sisa waktu yang saya miliki hari ini, saya ingin berbagi tentang mengapa kisah yang baru saja saya utarakan begitu penting bagi Amerika Serikat dan dunia. Saya ingin menitikberatkan pembahasan pada tiga hal yang saling berkait-erat serta mendasar bagi kemajuan manusia: Pembangunan, demokrasi dan agama.

Pertama, persahabatan yang terjalin antara Amerika Serikat dan Indonesia dapat memajukan pembangunan yang saling menguntungkan.

Ketika saya hidup di Indonesia, sulit membayangkan sebuah masa depan dimana kemakmuran yang dirasakan oleh banyak keluarga di Chicago dan Jakarta akan berhubungan. Kini, kita ada pada zaman ekonomi global. Bangsa Indonesia telah merasakan risiko dan harapan dari globalisasi: Mulai dari krisis ekonomi Asia yang terjadi pada akhir tahun 1990, dan jutaan orang yang berhasil bangkit dari kemiskinan. Artinya, dan yang akhirnya kita pelajari dari krisis ekonomi barusan, masing-masing dari kita memiliki sumbangsih pada keberhasilan yang diraih pihak lain.

Amerika memiliki sumbangsih terhadap sebagian dari Indonesia yang merasakan kemakmuran, karena tumbuhnya kelas menengah di sini juga berarti timbulnya pasar bagi produk-produk kami seperti juga Amerika merupakan pasar bagi Indonesia. Karena itu, kami menanamkan modal lebih banyak di Indonesia. Ekspor dari Amerika telah naik 50 persen, dan kami membuka pintu bagi pengusaha Amerika dan Indonesia untuk saling berhubungan.

Amerika memiliki sumbangsih terhadap Indonesia, yang memainkan peranannya dalam perekonomian global. Hari-hari ketika tujuh atau delapan negara membentuk kelompok dan menentukan arah perekonomian dunia telah berlalu. Karena itulah saat ini G-20 telah menjadi pusat kerja sama ekonomi internasional: Hal yang memungkinkan negeri seperti Indonesia memiliki suara lebih nyaring dan tanggung jawab lebih besar. Melalui kepemimpinan Indonesia di dalam kelompok G-20 yang memerangi korupsi, negeri ini harus ada di depan pada panggung dunia dengan memberikan contoh baik dalam mempraktikkan transparansi dan akuntabilitas.

Amerika memiliki sumbangsih terhadap Indonesia yang mengejar pembangunan berkelanjutan. Karena cara kita bertumbuh akan mempengaruhi kualitas hidup kita serta kesejahteraan planet yang kita diami. Karena itulah kita mengembangkan teknologi untuk menghasilkan energi bersih yang mampu menopang industri dan menjaga sumber daya alam Indonesia. Amerika menyambut kepemimpinan negeri anda dalam usaha global memerangi perubahan iklim.

Di atas itu semua, Amerika memiliki sumbangsih terhadap keberhasilan manusia Indonesia. Kita harus membangun jembatan yang menghubungkan kedua bangsa karena kita akan berbagi jaminan dan kemakmuran di masa nanti. Itu yang kini sedang kita rintis: Meningkatkan kolaborasi antara ilmuwan dan peneliti kita serta bekerja sama memelihara kewirausahaan. Saya pribadi puas karena kita berhasil meningkatkan jumlah pelajar Amerika dan Indonesia yang meneruskan pendidikan di universitas-universitas yang ada pada kedua negara.

Baru saja saya bicarakan masalah-masalah penting dalam kehidupan kita. Lagipula, pembangunan tak melulu hanya berhubungan dengan tingkat pertumbuhan dan angka-angka dalam neraca. Pembangunan juga menyangkut bagaimana seorang anak mampu mempelajari keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi dunia yang selalu berubah. Pembangunan berkaitan dengan bagaimana gagasan baik dapat diwujudkan dan tak tercemar dengan korupsi. Pembangunan juga berhubungan dengan bagaiman kekuatan-kekuatan yang telah mengubah Jakarta yang pernah saya kenal – teknologi, perdagangan, arus keluar-masuk orang dan barang – mampu membuat hidup orang jadi lebih baik: Kehidupan uang ditandai dengan martabat dan kesempatan.

Pembangunan semacam itu tak mampu dipisahkan dari demokrasi.

Kini, kita sering mendengar bahwa demokrasi menghalangi pertumbuhan ekonomi. Ini bukanlah alasan baru. Orang akan berkata, khususnya di tengah perubahan dan kondisi ekonomi tak menentu, bahwa pembangunan akan lebih mudah dijalankan dengan mengorbankan hak asasi manusia. Tapi, saya tak melihat itu di India, juga Indonesia. Apa yang kalian telah raih menunjukkan bahwa demokrasi dan pembangunan saling menopang.

Seperti laiknya demokrasi di negara lain, halangan selalu merintangi. Amerika juga mengalaminya. Undang-undang Dasar yang kami miliki menyatakan upaya untuk menempa “penyatuan lebih sempurna.” Kami telah menempuh perjalanan untuk meraih itu. Kami melewati Perang Saudara dan berjuang menegakkan hak-hak pribadi warga negara Amerika Serikat. Usaha itu kemudian membuat kami lebih kuat dan sejahtera serta menjadi sebuah masyarakat yang lebih adil dan bebas.

Seperti negara lain yang bangkit dari pemerintahan kolonial di abad lalu, Indonesia berjuang dan berkorban demi memiliki hak menentukan nasib sendiri. Itulah makna Hari Pahlawan sesungguhnya: Sebuah Indonesia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tapi, secara bersamaan, kemerdekaan yang telah didapatkan itu tak pula berarti menggantikan kekuatan kolonial dengan kekuatan pemerintahan lokal.

Tentunya, demokrasi morat-marit. Tak semua pihak menyukai hasil akhir suatu pemilihan umum. Kalian semua mengalami segala suka dan duka. Namun, perjalanan itu patut dilewati karena tak hanya melulu mengenai surat suara. Butuh lembaga yang kuat untuk mengontrol pemusatan kekuatan. Butuh pasar terbuka untuk memungkinkan banyak individu maju. Butuh pers dan sistem peradilan yang independen. Butuh masyarakat terbuka dan warga negara yang aktif untuk melawan ketimpangan dan ketidakadilan.

Yang demikian adalah kekuatan yang akan mendorong Indonesia. Korupsi harus dilawan. Komitmen pada keterbukaan, yang memungkinkan tiap warga memiliki sumbangsih terhadap pemerintahannya, mesti ada. Kepercayaan bahwa kemerdekaan yang telah direbut merupakan hal yang tetap menyatukan negeri ini harus ditumbuhkan.

Itu adalah pesan dari manusia Indonesia yang telah memajukan kisah demokratis ini: Dari mereka yang berperang di Surabaya 55 tahun lampau; kepada para mahasiswa yang tergabung dalam demonstrasi tahun 1990an; kepada para pemimpin yang telah berhasil menjalani transisi kekuasaan secara damai pada awal abad ini. Karena, akhirnya, para warga negara memiliki hak untuk menyatukan Nusantara, yang membentang sepanjang Sabang dan Merauke: Sebuah penegasan bahwa setiap bayi yang lahir di negeri ini wajib diperlakukan dengan adil meski mereka berketurunan Jawa, Aceh, Bali atau Papua.

Upaya-upaya semacam itu ditunjukkan Indonesia kepada dunia. Negeri ini berinisiatif membentuk Forum Demokrasi Bali, sebuah forum bagi negara-negara untuk berbagi pengalaman dalam menjaga demokrasi. Indonesia juga telah berusaha menekan ASEAN memperhatikan hak asasi manusia. Bangsa-bangsa di Asia Tenggara berhak menentukan takdirnya sendiri dan Amerika Serikat akan mendukung upaya itu. Namun, warga Asia Tenggara harus pula memiliki hak menentukan nasib mereka sendiri. Itu sebabnya kami mengutuk pemilihan umum di Burma, yang jauh dari kebebasan maupun keadilan. Itu sebabnya kami menyokong masyarakat madani yang penuh semangat di negeri ini. Tidak ada alasan untuk mencegah penegakan hak asasi manusia di manapun.

Itulah pembangunan dan demokrasi – gagasan bahwa ada nilai-nilai yang sifatnya universal. Kemakmuran tanpa kemerdekaan adalah bentuk lain dari kemiskinan. Manusia memiliki cita-cita bersama: Kebebasan untuk tahu bahwa pemimpinmu bertanggung jawab atasmu dan bahwa anda takkan dibui bila memiliki pandangan yang berseberangan dengannya. Anda memiliki kesempatan belajar dan bekerja dengan kemuliaan. Anda bebas menjalankan kepercayaan yang anda anut tanpa takut dikucilkan.

Agama merupakan topik terakhir yang akan saya bicarakan hari ini dan, seperti layaknya demokrasi dan pembangunan, merupakan hal mendasar bagi kisah Indonesia.

Seperti negara Asia lain yang saya kunjungi, Indonesia tenggelam dalam spiritualitas: Sebuah tempat manusia menyembah Tuhan dengan berbagai cara. Sejalan dengan keberagamannya, Indonesia juga negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia – hal yang telah saya ketahui sejak kecil ketika mendengar lantunan azan di Jakarta.

Suatu Individu tak hanya didefinisikan berdasarkan kepercayaannya. Begitu pula Indonesia. Negeri ini tidak hanya ditetapkan berdasarkan penduduk Muslimnya. Kita juga tahu bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan masyarakat Islam telah lama rusak. Sebagai Presiden, saya mendahulukan perbaikan atas hubungan yang rusak ini. Salah satu upaya itu adalah kunjungan ke Kairo pada bulan Juni yang lalu dan keinginan untuk memulai lagi hubungan yang baru antara Amerika Serikat dan umat Islam sedunia.

Waktu itu saya bilang, dan akan saya ulangi sekarang, bahwa tak ada satu pidato pun yang dapat menghapuskan tahun-tahun penuh ketidakpercayaan. Tapi waktu itu saya percaya, demikian pula sekarang, bahwa kita punya pilihan. Kita bisa memilih untuk bisa menetapkan diri kita berdasarkan perbedaan-perbedaan yang kita miliki dan menyerah pada masa depan yang penuh kecurigaan dan ketidakpercayaan. Atau kita bisa memilih untuk bekerja keras demi memelihara persamaan hak. Saya berjanji, apapun rintangannya, Amerika Serikat akan berkomitmen memajukan manusia. Itulah kami. Kami telah melakukannya. Kami akan terus menjalankannya.

Kami tahu baik masalah-masalah yang menyebabkan adanya tekanan bertahun-tahun ini. Kami telah menciptakan kemajuan setelah 17 bulan pemerintahan. Tapi, pekerjaan belum selesai.

Banyak warga tak berdosa di Amerika, Indonesia dan belahan dunia lainnya masih menjadi target kaum ekstremis. Saya telah menegaskan bahwa Amerika tidak sedang memerangi, dan takkan terlibat perang dengan  Islam. Namun, kita semua harus menghancurkan Al-Qaeda dan antek-anteknya. Siapapun yang ingin membangun tak boleh bekerja sama dengan teroris. Ini bukanlah tugas Amerika sendiri. Indonesia telah berhasil memerangi para teroris dan aliran garis keras.

Di Afghanistan, kami terus bekerja bersama beberapa negara untuk membantu pemerintah Afghanistan meretas masa depannya. Kepentingan kami di sana adalah memungkinkan terwujudnya perdamaian yang pada akhirnya mampu memunculkan harapan bagi negeri itu.

Kami juga telah mencatat kemajuan dalam salah satu komitmen utama kami: Upaya mengakhiri perang di Irak. 100 ribu tentara Amerika telah meninggalkan negeri itu. Penduduk Irak telah memiliki tanggung jawab penuh atas keamanan mereka. Kami terus mendukung Irak dalam prosesnya membentuk pemerintahan yang inklusif. Kami juga akan memulangkan seluruh tentara AS.

Di Timur Tengah, kami telah menghadapi permulaan yang gagal serta halangan. Namun, kami juga terus menjaga upaya merengkuh perdamaian. Bangsa Israel dan Palestina memulai kembali perundingan. Namun, masih ada masalah besar di sana. Ilusi bahwa kedamaian dan keamanan akan datang dengan mudah tak boleh muncul. Tapi, singkirkanlah keragu-raguan: Kami takkan menyia-nyiakan kesempatan untuk memperoleh hasil yang adil bagi semua pihak yang bertikai: Dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan secara damai dan sentosa.

Penyelesaian atas masalah-masalah itu memiliki taruhan yang besar. Dunia yang kita huni telah menjadi kian kecil. Sementara kekuatan-kekuatan yang menghubungkan kita membuka kesempatan, kekuatan-kekuatan itu juga menyokong pihak yang ingin menghambat kemajuan. Sebuah bom di tengah pasar melumpuhkan kegiatan jual-beli. Sepotong gosip dapat mengaburkan kebenaran dan memicu kekerasan di tengah masyarakat yang sebelumnya hidup rukun. Di zaman ini, ketika perubahan begitu cepat dan berbagai budaya berbenturan, apa yang kita bagikan sebagai manusia dapat musnah.

Saya percaya bahwa sejarah Indonesia dan Amerika mampu memberikan kita harapan. Kisah keduanya tertulis dalam semboyan yang dimiliki oleh negara kita masing-masing. E pluribus unum – beragam tapi bersatu. Bhinneka Tunggal Ika – persatuan dalam keberagaman. Kita dua bangsa yang mengambil jalan masing-masing. Namun kedua negara ini menunjukkan bahwa ratusan juta orang yang memiliki kepercayaan berbeda mampu bersatu dengan merdeka di bawah satu bendera. Dan kita sekarang membangun kemanusiaan melalui anak-anak muda yang akan melalui pendidikan di sekolah masing-masing; melalui wirausahawan yang saling berhubungan demi meraih kemakmuran; dan melalui upaya kita memeluk nilai-nilai demokrasi serta cita-cita manusiawi.

Tadi saya mampir ke Masjid Istiqlal. Rumah ibadah itu masih dalam pengerjaan ketika saya tinggal di Jakarta. Saya mengagumi menaranya yang menjulang, kubah yang megah, serta tempatnya yang lapang. Namun, nama serta sejarahnya juga menjadi saksi kebesaran Indonesia. Istiqlal maknanya kemerdekaan. Bangunan itu sebagiannya merupakan wasiat perjuangan sebuah bangsa menuju kemerdekaan. Terlebih lagi, masjid itu dibangun oleh seorang arsitek Kristen.

Itulah semangat Indonesia. Itulah pesan yang diimbuhkan dalam Pancasila. Di sebuah negeri kepulauan yang berisi beberapa ciptaan Tuhan yang paling elok, pulau-pulau yang menyembul dari samudera, orang bebas memilih Tuhan yang ingin mereka sembah. Islam berkembang, begitu pula ajaran lain. Pembangunan diperkuat oleh demokrasi yang sedang berkembang. Tradisi purba terpelihara meski sebuah kekuatan sedang lahir.

Tapi bukan berarti Indonesia negeri sempurna. Tak ada satu negeri pun yang bisa. Tapi di sini ras, wilayah, dan agama yang berbeda mampu dijembatani. Sebagai seorang bocah yang berasal dari suatu ras dan datang dari sebuah negeri yang jauh, saya menemukan semangat untuk melihat diri sebagai seorang individu dalam ucapan “Selamat Datang”. Sebagai seorang pemeluk Kristiani yang mengunjungi masjid, saya mengutip pendapat seseorang yang ditanyai tentang kunjungan saya: “Orang Islam juga boleh masuk gereja. Kita semua adalah umat Tuhan.”

Ungkapan itu mencetuskan gagasan bahwa sifat ketuhanan ada di dalam diri kita. Kita tak boleh menyerah pada penyangkalan atau sinisisme atau keputusasaan. Kisah yang melibatkan Indonesia dan Amerika menunjukkan kepada kita bahwa sejarah mengikuti perkembangan manusia; bahwa persatuan lebih kuat daripada perpecahan; dan bahwa warga dunia dapat hidup dengan damai. Semoga kedua negeri kita dapat terus bekerja sama, dengan kepercayaan dan determinasi, menyebarkan kebenaran-kebenaran ini dengan seluruh manusia. vivanews.com (emphetri.blogspot.com)

TEKS PIDATO OBAMA DI ISTANA MERDEKA (SELASA 9 NOV 2010)

Berikut isi lengkap teks pidato Obama di Istana Merdeka Indonesia dalam jamuan makan malam negara resmi, Selasa (9/10) yang dilansir oleh situs Gedung Putih.

President Yudhoyono, Mrs. Yudhoyono, to all the distinguished guests who are here today, thank you for this extraordinary honor. I am proud and humbled to accept this award on behalf of my mother. And although she could not be here in person, I know that my sister Maya Soetoro would be equally proud.

Now, I’m going to have the opportunity to speak tomorrow and so I will try to keep my remarks brief. First of all, thank you for the bakso. (Laughter.) The nasi goring. (Applause.) The emping. (Laughter.) The kerupuk. (Laughter.) Semuanya enak. (Laughter.) Thank you very much. (Applause.)

But the fact, Mr. President, that you would choose to recognize my mother in this way speaks to the bonds that she forged over many years with the people of this magnificent country. And in honoring her, you honor the spirit that led her to travel into villages throughout the country, often on the back of motorcycles, because that was the only way to get into some of these villages.

She believed that we all share common aspirations — to live in dignity and security, to get an education, to provide for our families, to give our children a better future, to leave the world better than we found it. She also believed, by the way, in the importance of educating girls and empowering women, because she understood that when we provide education to young women, when we honor and respect women, that we are in fact developing the entire country. That’s what kept bringing my mother back to this country for so many years. That’s the lesson that she passed on to me and that’s the lesson that Michelle and I try to pass on to our daughters.

So on behalf of our entire family, we thank you. I am deeply moved. It is this same largeness of heart that compels us tonight to keep in our thoughts and prayers all those who are suffering who from the eruptions and the tsunami and the earthquake. With so many in need tonight, that’s one more reason for me to keep my remarks short.

As a young boy in Menteng Dalam 40 years ago, I could never imagine that I would one day be hosted here at Istana Negara — never mind as President of the United States. I didn’t think I would be stepping into this building ever. (Laughter and applause.)

And I know that much has been made about how a young boy could move between such different countries and cultures as Indonesia and the United States. But the truth is, is that our two countries have far more in common than most people realize. We are two peoples who broke free from colonial rule. We are both two vast nations that stretch thousands of miles. We are both two societies that find strength in our diversity. And we are two democracies where power resides in the people. And so it’s only natural that we should be partners in the world.

I am fortunate to have a very strong partner in President Yudhoyono — Indonesia’s first directly elected president, and a leader who has guided this nation through its journey into democracy. And our two nations are fortunate that we are forging a partnership for the 21st century. And as we go forward, I’m reminded of a proverb: bagai aur dengan tebing — like bamboo and the river bank, we rely on each other.

And so I would like to propose a toast. In the spirit of friendship between our two countries, we are reminded of the truth that no nation is an island, not even when you’re made up of thousands of islands. We all rely on each other together, like bamboo and the river bank. And like my mother riding between villages on a motorcycle, we are all stronger and safer when we see our common humanity in each other.

So President Yudhoyono, and to all the distinguished who are here, thank you for your extraordinary friendship and the warmth with which you have received Michelle and myself. And I promise that it won’t take so long before I come back.

PIDATO STEVE JOBS (CEO PIXAR AND APPLE ) tentang kewirausahaan dan kesuksesan

STAY HUNGRY – STAY FOOLISH

Diperuntukkan bagi teman-teman yang masih belum yakin dalam memilih jalan hidupnya. Sebuah pidato memikat dari Steve Jobs (pendiri Apple dan Pixar) dalam acara Wisuda Universitas Stanford angkatan 2005.

Hope reminds us about the important to follow our heart , ‘You’ve got to find what you love,’ Jobs says

Saya merasa terhormat bersama kalian hari ini dalam acara wisuda salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah diwisuda. Sejujurnya saya katakan, saat ini merupakan saat-saat terdekat saya pada sebuah acara wisuda. Hari ini saya ingin menceritakan kepada kalian 3 cerita pendek hidup saya. Hanya itu. Biasa-biasa saja. Hanya 3 cerita.

Cerita pertama tentang Penghubungan momen-momen.

Saya drop out dari Reed College setelah enam bulan pertama, tetapi saya tetap berada di lingkugan kampus selama kurang lebih 18 bulan sebelum saya benar-benar memutuskan untuk berhenti. Mengapa saya dropout?

Ini dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah seorang mahasiswi muda sebuah perguruan tinggi yang hamil di luar nikah dan dia memutuskan saya untuk diadopsi. Dia mempunyai keinginan yang kuat bahwa saya harus diadopsi oleh pasangan lulusan sebuah universitas, jadi segala sesuatunya sudah disiapkan dari awal bahwa saya akan diadopsi sejak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Selain itu, ketika saya dilahirkan mereka memutuskan bahwa mereka sangat menginginkan seorang bayi perempuan di menit-menit terakhir. Sehingga orangtua angkat saya, yang menunggu giliran, mendapat telepon di tengah malam: “Kami mempunyai seorang bayi lelaki yang tidak diharapkan, apakah kamu menginginkannya?” Mereka menjawab: “tentu!”. Ibu kandung saya kemudian mengetahui bahwa ibu saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah saya tidak lulus SMA. Dia kemudian menolak untuk menandatangani perjanjian adopsi. Meskipun, akhirnya hatinya luluh ketika orangtua saya berjanji bahwa saya akan kuliah suatu hari nanti.

17 tahun kemudian, saya memang benar-benar kuliah. Waktu itu saya yang masih naif, memilih perguruan tinggi yang biaya pendidikannya hampir sama dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan yang dimiliki oleh orang tua saya habis untuk membiayai kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak melihat bahwa hal ini sebegitu bernilainya. Sama sekali saya tidak tau apa yang sebenarnya ingin saya lakukan dalam hidup dan tidak tahu apakah kuliah akan menolong saya untuk menjawab itu semua. Di lain pihak, saya menghabiskan seluruh uang yang orang tua saya tabung sepanjang hidup mereka. Sehingga saya memutuskan untuk keluar dan mencoba untuk menguatkan diri bahwa apa yang saya lakukan tidak salah. Cukup menakutkan waktu itu, tetapi jika saya mengenang kembali, itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Saat saya memutuskan untuk keluar, saya dapat berhenti mengambil kelas-kelas yang tidak menarik perhatian saya,dan hanya menghadiri kelas yang benar-benar menarik.

Akan tetapi, tidak lah semuanya romantis. Saya tidak tinggal di asrama, sehingga harus tidur di lantai teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Cola untuk ditukar dengan 5 sen yang akan saya gunakan untuk membeli makanan, dan saya akan berjalan sejauh 7 mil (+/- 10km) menuju kota lain setiap minggu malam untuk memperoleh makanan yang baik di candi Hare Krishna. Saya sangat menyukainya. Kejadian-kejadian di mana saya menemui sandungan untuk mengikuti apa kata hati saya menjadi sesuatu yang tidak dapat dinilai dengan uang nantinya. Saya berikan satu contoh:
Saat itu, Reed College menawarkan kuliah kaligrafi yang mungkin merupakan yang terbaik di negara ini. Di sepanjang kampus tiap poster dan label yang dibuat sangatlah indah. Oleh karena saya drop out dan tidak mengikuti kelas normal, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk belajar bagaimana membuat itu semua. Saya belajar tentang tipe-tipe serif dan san serif, variasi jumlah spasi yang diperlukan di antara kombinasi-kombinasi huruf yang berbeda, dan juga tentang apa yang membuat tipografi sangat megah. Itu semua sangatlah indah, bersejarah, dan artistik di mana science tidak dapat menangkap itu semua, dan saya kira itu semua sangatlah menakjubkan.

Tidak satu pun dari ini semua memiliki setidaknya harapan untuk menjadi sesuatu yang berguna bagi hidup saya. Akan tetapi sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendesain komputer Macintosh pertama, semuanya seperti datang kembali kepada saya. Dan saya mendesain semuanya ke dalam Mac. Komputer itu merupakan komputer pertama yang didesain dengan tipografi yang indah. Jika saya tidak pernah mengambil kuliah itu sewaktu di kampus, Mac tidak akan mungkin mempunyai beragam tipe huruf atau spasi huruf-huruf yang proporsional. Dan semenjak Windows mengkopi Mac, sepertinya tidak ada PC yang memiliki hak milik itu semua. Jika saya tidak pernah drop out, saya tidakakan pernah mengikuti kuliah kaligrafi dan PC mungkin tidak akan pernah memiliki tipografi yang indah. Tentu saja sangatlah mustahil untuk menghubungkan semua momen-momen di masa depan ketika saya masih di kampus. Tetapi sangat, sangat jelas ketika saya menghubungkannya sepuluh tahun kemudian.

Lagi-lagi anda tidak akan pernah dapat menghubungkan momen-momen itu ke depan, anda hanya dapat menghubungkan itu semua dengan melihat ke belakang. Anda harus percaya kepada sesuatu – keberanian anda, takdir, hidup-mati, karma, apapun itu. Pendekatan ini tidak pernah membuat saya menyerah, akan tetapi membuat seluruh perubahan dalam hidup saya.

Cerita kedua tentang cinta dan kehilangan.

Saya beruntung bahwa saya mengetahui apa yang ingin saya lakukan sejak awal. Woz dan saya memulai Apple di garasi rumah saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami berdua bekerja keras dan dalam sepuluh tahun Apple berkembang dari hanya dua orang dalam sebuah garasi menjadiperusahaan bernilai $2 milyar dengan lebih dari 4000 pekerja. Kami baru merilis ciptaan terbaik kami – Macintosh – setahun sebelumnya, di mana saat itu saya baru berusia 30 tahun. Akan tetapi kemudian saya dipecat. Bagaimana mungkin anda dipecat oleh perusahaan yang dibangun oleh anda sendiri? Well, dengan berkembangnya Apple kamu mempekerjakan orang-orang yang saya pikir sangat berbakat untuk menjalankan perusahaan dengan saya, dan untuk tahun-tahun pertama semuanya berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi visi kami tentang masa depan menjadi berbeda dan kadang-kadang ini semua menjatuhkan kami. Sehingga akhirnya Dewan Direktur memutuskan berpihak kepadanya. Sehingga saat berusia 30 saya dipecat dan berita ini terpublikasi ke khalayak ramai. Apa yang menjadi fokus hidup saya hilang, dan itu semua sangatlah menghancurkan saya.

Saya benar-benar tidak mengetahui apa yang harus saya lakukan untuk beberapa bulan. Saya merasa bahwa saya telah membiarkan generasi pengusahasebelumnya runtuh. Saya bertemu dan meminta maaf kepada David Packard dan Bob Noyce. Kesalahan saya sudah diketahui oleh publik, sehingga melarikan diri dari valley pun tidak ada artinya. Kemudian, saya pun tersadar akan sesuatu: saya masih cinta apa yang saya lakukan. Peralihan yang terjadi di Apple tidak mempengaruhi pemikiran tersebut. Saya memang dipecat, tetapi saya masih mencintai bidang ini. Maka saya pun memutuskan untuk memulainya kembali.

Di kemudian hari, saya merasakan bahwa pemecatan saya oleh Apple merupakan hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya. Beban untuk menjadi sukses digantikan oleh langkah yang ringan sebagai seorang pemula lagi, sedikit keyakinan terhadap segala sesuatu. Hal tersebut membuat saya memasuki salah satu periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun selanjutnya, saya memulai sebuah perusahaan yang diberi nama NeXT dan Pixar, dan saya pun jatuh cinta kepada seorang wanita yang mempesona yang kemudianmenjadi istri saya. Pixar kemudian memulai untuk menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang menjadi studio animasi film terbaik di dunia. Kemudian terjadi peralihan yang luar biasa, Apple membeli NeXT, saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung teknologi Apple saat ini. Dan Laurene dan saya mempunyai sebuah keluarga yang bahagia.

Saya yakin semua tidak akan pernah terjadi jika saya tidak dipecat oleh Apple. Ini merupakan obat mujarab yang sangat pahit, tapi setiap pasien membutuhkannya, saya pikir. Kadang-kadang kehidupan menghancurkan anda dengan amat kejam. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasansejati adalah melakukan apa yang kamu yakini adalah kerja yang hebat. Dan satu-satunya jalan melakukan kerja yang hebat adalah mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kita belum menemukannya, carilah! Jangan diam! Karena ini semua berhubungan dengan hati, kita akan mengetahuinya ketika kita menemukannya. Dan seperti sebuah hubungan yang hebat, hal itu akan menjadi lebih baik dan lebih baik dengan bergulirnya waktu. Jadi, tetaplah mencarinya sampai kalian menemukannya. Jangan diam!

Cerita ketiga saya adalah tentang kematian.

Ketika saya berumur 17 tahun, saya membaca sebuah moto: “Jika kita hidup setiap hari seperti hari terakhir bagi kita, kita akan menciptakan sesuatu yang benar-benar besar akhirnya.” Moto tersebut sangatlah mengesankan saya, dan sejak itu, selama hampir 33 tahun, saya bercermin setiap pagi dan bertanya kepada diri saya sendiri: “Jika hari ini adalah hari terakhir saya, apakah saya akan melakukan apa yang seharusnya sayalakukan?” Dan ketika jawabannya “tidak”, saya tau bahwa ada sesuatu yang harus saya rubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang sangat penting dalam membantu membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup saya. Oleh karena hampir segalanya– harapan, status, ketakutan, rasa malu, atau gagal-semuanya akan sirna ketika kita menghadapi kematian. Dan hanya meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa anda akan segera mati adalah jalan terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan pemikiran bahwa anda memiliki sesuatu yang harus anda lepaskan. Kita semua sudah telanjang. Tidak ada alasan anda tidak mengikuti apa kata hati anda.

Sekitar setahun lalu, saya didiagnosa mengidap kanker. Saya dipindai pada jam 7.30 pagi, dan hasilnya menunjukkan dengan jelas ada segumpal tumor pada pankreas saya. Saya bahkan tidak mengetahui apa itu pankreas. Dokter mengatakan bahwa ini merupakan jenis kanker yang hampir tidak dapatdisembuhkan, dan harapan hidup saya tidak lebih dari tiga sampai enam bulan lagi. Dokter saya menyarankan saya untuk beristirahat di rumah dan melakukan hal-hal yang sangat saya inginkan, di mana ini merupakan sebuah kode darinya untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti saya harus mencoba untuk menceritakan kepada anak-anakmu apa yang kamu pikirkan dalam 10 tahun ke depan hanya dalam beberapa bulan. Ini berarti bahwa saya harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga segalanya menjadi lebih mudah bagi keluarga saya. Ini berarti saya harus mengucapkan perpisahan.

Saya hidup dengan diagnosis tersebut sepanjang hari. Sampai pada suatu senja saya melakukan biopsi, di mana mereka memasukkan sebuah endoskop ke tenggorokan, melewati perut, dan memasukkannya ke usus besar saya. Kemudian dokter akan memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel kanker dari tumornya. Saya sudah ikhlas, akan tetapi istri saya yang mendampingi saya, mengatakan bahwaketika mereka mengamati sel-sel itu dengan mikroskop para dokter terharu mengetahui bahwa kanker tersebut berubah ke dalam bentuk kanker pankreas yang sangat jarang dan itu semua dapat disembuhkan dengan operasi bedah. Saya kemudian dibedah dan akhirnya saya baik-baik saja sekarang.

Waktu-waktu itu merupakan waktu yang paling dekat bagi saya menghadapi kematian, dan saya harapkan dalam beberapa dekade ke depan. Menghadapi itu semua, saya dapat mengatakan kepada kalian dengan sedikit lebih yakin waktu kematian merupakan sebuah konsep intelektual yang berguna dan murni:

Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Bahkan orang yang menginginkan masuk surga pun tidak ingin mati untuk mendapatkannya. Namun kematian merupakan sebuan tujuan yang kita semua miliki. Tidak ada seorang pun yang dapat lolos darinya. Dan memang demikian adanya, karena kematian merupakan penemuan terhebat dalam kehidupan. Ia merupakan agen pengubah kehidupan. Ia akan menyingkarkan yang tuauntuk membuka jalan bagi yang lebih muda. Sekarang ini masih baru bagi kalian, tetapi suatu hari tidak lama dari sekarang, kalian akan menjadi tua dan akan tersingkir. Maafkan jika terlalu didramatisasi, tapi ini benar adanya.

Waktu kita sangat terbatas, jadi jangan buang itu percuma untuk hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara-suara orang lain yang akan meredam suara hati kita sendiri. Dan yang terpenting, mempunyai keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi anda. Entah bagaimana caranya, mereka telah mengetahui apa yang benar-benar kalian ingin lakukan. Selain itu semua hanyalah pelengkap.

Ketika saya masih muda, terdapat sebuah publikasi yang sangat mengagumkan yang bernama The Whole Earth Catalog, yang mirip seperti sebuah kitab suci dalam generasi saya. Publikasi ini diciptakan oleh seorang mahasiswa bernama Stewart Brand di Menlo Park, tidak jauh dari sini, dan dan dia membawanya ke dalam kehidupan dengan sentuhan puitisnya. Ini semua terjadi pada akhir tahun 1960-an, sebelum PC dipublikasikan, sehingga itu semua dibuat oleh juru tik, gunting, dan kamera polaroid. Ini semua seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum Google lahir; Itu semua sangatlah idealistis, dan dibanjiri dengan alat-alat dan pemikiran yang hebat.

Stewart dan timnya mempublikasikan beberapa issue dalam The Whole Earth Catalog, dan ketika dimulai kursus tentang itu, mereka mempublikasikan Final Issue. Itu terjadi pada pertengahan 70-an, ketika saya seusia kalian. Pada sampul belakang dari Final Issue mereka terdapat foto sebuah jalan di pedesaan pada waktu pagi hari, yang mungkin akan membuat kita berpikir untuk menjelajahinya jika kita berjiwa petualang. Di bawahnya terdapat kata-kata: “Stay Hungry.Stay Foolish.” Kata-kata tersebut merupakan pesan terakhir mereka sebelum mereka lulus. Stay Hungry. Stay Foolish. Dan saya selalu mengingatkannya kepada diri saya. Dan sekarang, dengan kelulusan kalian semua, saya mengharapkannya kepada kalian semua.

Stay Hungry. Stay Foolish. (sumber: forumwirausaha.com)

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design