Naskah Pidato Kebangkitan Nasional

boedi oetomo

Beriku ini CONTOH PIDATO SAMBUTAN
Pada Acara MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Assalamu’alaikum Warrohhmatullahhi
Wabarrokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Pertama – tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya maka pada hari

ini kita dapat hadir bersama – sama dalam rangka mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional .

Pada 20 Mei 1908, generasi muda Indonesia yang dipelopori oleh Dr. Soetomo, dan Dr. Wahidin Soedirohoesodo membentuk satu organisasi bernama Boedi Oetomo, yang menancapkan tonggak Semangat Kebangkitan Nasional, untuk melawan penguasa kolonial Belanda pada saat itu.

Suatu tekad yang bulat untuk merdeka dan membebaskan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Api dan semangat kebangkitan inilah yang

terus bergelora di hati para anak bangsa khususnya para pemuda kita.

Maka pada tanggal 28 Oktober 1928 lahirlah, ”Soempah Pemoeda” yang menjadi kebulatan tekad para pemuda – pemudi kita, menyatukan visi

dan langkah serta pemahaman akan semakin mendesaknya kita memiliki sebuah eksistensi satu nusa, satu bangsa dan satu tanah air, yakni Indonesia Raya. Perjuanganpun terus berkobar dan semakin merata keseluruh pelosok tanah air, yang kemudian mencapai puncaknya pada proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Setiap tahun kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dengan berbagai cara dan acara dari pusat sampai ke daerah termasuk di kantor – kantor perwakilan kita di seluruh dunia. Tentu semua itu dimaksudkan untuk terus mengugah dan menggelorakan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme kita agar tetap hidup dan terjaga dalam hati sanubari kita masing – masing.

Saudara – Saudara Sekalian yang berbahagia,

Dengan pemahaman semangat kebangkitan nasional, apa yang perlu kita lakukan saat ini? Indonesia kini menjadi negara yang sangat besar. Penduduk Indonesia tahun 2013 ini sekitar 240 juta. sebagian dari mereka hidup mewah, sebagian lagi dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Tahun 1908 saat kebangkitan kesadaran Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri dengan kekuatan kamu terpelajar. Kini kebangkitan yang dibutuhkan adalah kebangkitan dari situasi kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat lebar menjadi ekonomi yang berkeadilan.

Oleh karena itu semangat kebangkitan saat ini harus dimulai dari pemimpin negara dan pemerintahan dalam menetapkan kebijakan ekonomi. Masyarakat perlu ikut berperan dalam menghidupkan kebersamaan, kerjasama ekonomi yang sejajar, kemitraan bisnis yang baik, menggerakan koperasi sebagai wadah ekonomi untuk masyarakat di seluruh lapisan.

Saudara – saudara sekalian,

Mari kita kembangkan kehidupan bermasyarakat yang mengembangkan keadilan ekonomi dan sosial sebagai bukti semangat kebangkitan.
Sekian dan Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb

Disadur dan disesuaikan dari: http://contohnaskahpidato.blogspot.com/2010/06/contoh-naskah-pidato-kebangkitan_02.html

PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2013

Pidato Hari Pendidikan Nasional
 
assalamualaikum wr. wb.
 
Hadirin yang kami hormati,
Tanggal 2 Mei ini adalah hari yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia karena tanggal inilah kita menetapkan Hari Pendidikan 
 
pidato pendidikan

Ki Hajar Dewantara

Nasional, sekali lagi Hari Pendidikan Nasional. Sesungguhnya kita semua menyadari bahwa pendidikan adalah modal utama kemajuan 

 
bangsa. Semua rakyat indonesia tidak boleh tidak berpendidikan.Kita paham bahwa negara bertanggung jawab terhadap pendidikan 
 
masyarakatnya.
 
Dan kita melihat saat ini sekolah mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi sudah ada di berbagai kota di Indonesia. Waktu Indonesia baru 
 
merdeka, pemerintah hanya punya Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. UI berlokasi di Jakarta (UI Jakarta), ada yang di 
 
Bogor (UI Bogor) dan di Bandung UI Bandung.
 
UI Bogor menjadi IPB, UI Bandung menjadi ITB. Lihatkan kini, di Jakarta ada raturan PT, demikian pula di kota lainnya.
 
Dulu masyarakat begitu bangga menjadi sarjana karena dengan ijasah kesarjanaan akan berpeluang menjadi pimpinan di pemerintahan dan 
 
BUMN. Tahap berikutnya para sarjana bangga menjadi profesional di perusahaan multinasional. Kini sarjana adalah prestasi biasa.
 
Hadirin yang kami hormati,
 
Mari kita renungkan, makin banyak sekolah, tawuran antar pelajar makin banyak. Bukan hanya pelajar, mahasiswa yang semula dipandang 
 
dengan panutan, kini ikut-ikutan sebagai pelaku tawuran juga. Sungguh menyedihkan. Kriminal pelajar dan mahasiswa juga lama-lama 
 
menjadi hal biasa.
 
Bukan hanya pelajar dan mahasiswa. Kita sering membaca berita, dosen menjadi penjiplak karya ilmiah, dosen memalsukan gelar dan 
 
sebagainya.
 
Jadi , apa yang bisa kita banggakan dari pendidikan kita yang makin modern? Hampir tidak ada. Ini karena makna pendidikan sudah 
 
berubah. Orang tua mengirim anaknya ke sekolah agar mendapat ilmu banyak, Anak dipaksa untuk mendapat nilai bagus. akibatnya 
 
pelampiasan anak adalah ingin kebebasan.
 
Hadirin yang kami hormati,
 
Kini kita perlu memaknai pendidikan bukan sekedar belajar. Juga bukan sekedar sekolah. Yang justru tak kalah pentingnya adalah 
 
pendidikan oleh orang tua di rumah. Wahai orang tua, janganlah kalian hanya menitipkan anak di sekolah, sementara kalian hanya 
 
bekerja tanpa memperhatikan perkembangan anak.
 
Kini saatnya Hari pendidikan dimaknai sebagai pendidikan di rumah dan di sekolah.
 
Marilah kita peringati Hardiknas ini dengan mulai meningkatkan mutu pendidikan di rumah. Untuk urusan pendidikan di sekolah, biarlah 
 
para ahli bersama pemerintah yang memikirkannya.
 
Demikianlah sambutan ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.
 
Jakarta, 2 Mei 2013
 
 
Bambang Suharno
 

USTAD JEFRI AL BUCHORI, ORATOR BERPENGARUH

ustad jefri al buchori

Ustad Jefri Al Buchori

Jefri Al Buchori atau yang kerap disapa Uje lahir di Jakarta pada tanggal 12 April 1973 adalah seorang pendakwah, ustad, penyanyi sekaligus artis. Ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul karena dalam dakwahnya sering menggunakan gaya bahasa anak muda.

Putra ketiga dari lima bersaudara ini sejak kecil sudah diberikan pendidikan agama yang baik, termasuk mengaji, oleh kedua orang tuanya Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Tak heran, berkat bimbingan orangtuanya, Jefri kecil sudah fasih dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bahkan karena kepandaiannya itu, ia berhasil mencatatkan prestasi saat masih duduk di bangku SD dengan menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) hingga tingkat provinsi.

Setelah lulus SD Uje bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama setahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje justru semakin bertambah. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Uje mulai ‘menemukan’ Tuhan tatkala ia diajak umroh beserta ibu dan kakaknya untuk bertobat. Dapat menginjakkan kaki di tanah sang nabi mendatangkan sensasi tersendiri di hati Uje kala itu. Terlebih saat ia dapat bersandar di Ka’bah, seketika ia teringat pada masa lalunya, kelamnya kehidupan yang pernah ia jalani membuat air mata penyesalan mengalir deras dari matanya. Saking merasa berdosanya, ia membentur-benturkan kepalanya sambil meminta ampun kepada Allah SWT. Ia berharap segala dosa yang telah dilakukannya dapat diampuni.

Uje mulai berdakwah di majelis taklim, mushola, dan masjid. Ia berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu di tahun 2007.

Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas motor bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya di sholatkan di Masjid Istiqlal.

Meninggalnya Ustad Jeffry Albuchory alias Uje secara mendadak, sangat mengejutkan banyak pihak. Beberapa hari sebelumnya, Uje mengirim broadcast message melalui Blackberry Messenger untuk meminta maaf dan menyatakan nomornya tidak akan aktif lagi.

“Assalamualaikum.. Mulai hari ini saya gak lagi pakai nomor HP dan bbm ini.. Sekali lagi maaf lahir bathin.. Pasti byk salah_nya. Wslm,” tulisnya tiga hari lalu, sekitar pukul 16.45 WIB.

Bukan hanya itu, ‘firasat’ yang dirasakan Uje juga pernah diperbincangkan dengan Fajar, adiknya. Beberapa waktu sebelumnya, ia mengeluh ingin berhenti ceramah.

“Kemarin sempat ngobrol, katanya ‘Gue mau istirahat ceramah, udah capek’,” cerita Fajar lagi.

Ustad Soulmed juga mengungakapkan bahwa pada pertemuan terakhir sebelum meninggal, Uje berbicara sesuatu yang aneh seakan mau pamitan. Ia bahkan menyerahkan cincin dan kopiah sambil berpesan agar meneruskan dakwahnya. Dalam pertemuan itu ustad Soulmed sampai menangis, dan ternyata itu adalah pertemuan terakhir kedua sahabat.

Dari sudut pandang AHLI NASKAH PIDATO, Uje adalah seorang orator yang ulung dan memiliki daya pengaruh yang luar biasa bagi masyarakat. Pidatonya selalu ditunggu banyak kalangan, khususnya kaum muda. Berkat peran Uje, banyak anak muda yang semula merasa ikut pengajian sebagai sesuatu yang “kurang keren”, kini sebaliknya, anak-anak muda tak ingin ketinggalan berguru dan mendengar ceramah pidato Uje.

Selamat Jalan Uje, kau pergi selamanya, tapi karya dan darma baktimu akan tetap dikenang seluruh anak negeri.

 

Sumber:

1. http://www.iberita.com/6130/profil-ustad-jefri-al-buchori

2. http://life.viva.co.id/news/read/408209-kenangan-terakhir-sahabat-bersama-uje

3. Talkshow TVone dan Metro TV