Debat Capres dan Cawapres Jokowi-Jusuf Kala dan Prabowo-Hatta Rajasa

Prabowo-JokowiDalam bulan Juni dan awal Juli 2014 ini acara TV yang paling menarik bagi sebagian besar warga Indonesia adalah debat Calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam beberapa kali debat Capres, kelihatan perbedaan karakteristik Prabowo dan Jokowi. Prabowo cenderung menyampaikan impian besar menjadi Indonesia yang bermartabat, sedangkan Jokowi ingin menunjukan langkah konkrit yang akan dilakukan kelak kalau menjadi presiden.

Pendukung Prabowo mengatakan, itulah ciri seorang pemimpin yaitu berani mempunyai impian besar. Sedangkan pendukung Jokowi menegaskan, Jokowi seorang eksekutor yang handal. Ia tahu langkah apa yang akan dilakukan dengan cepat dan kongkrit, tidak di awang-awang.

Pendukung Prabowo mengatakan, Prabowo adalah leader (pemimpin) sejati, Jokowi hanyalah manager. Terlihat dari apa yang diucapkannya, Prabowo berpikir besar, jokowi bicara tentang hal-hal mikro, soal manajemen.

Sebaliknya pendukung Jokowi mengatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang sudah teruji menjalankan program dengan cekatan dan dengan keberhasilan yang mengagumkan. Dan itu hanya ada di pasangan Jokowi JK. Jokowi dapat memindahkan pedagang pasar tradisional di Solo dengan aman dan tanpa pentungan, dapat menata pasar Tanah Abang (yang puluhan tahun semakin semrawut) tanpa gejolak, dapat menciptakan bendungan Ria Rio yang semula kumuh dan penuh nestapa, menjadi taman yang indah.

Begitupun JK (Jusuf Kala), seorang negosiator handal yang bergerak sangat cekatan di usianya yang senja. Ia berhasil menangani perdamaian Aceh yang sudah puluhan tahun bersimbah darah, menangani perdamaian di Poso, menjalankan perubahan cepat dari kultur bahan bakar minyak tanah menjadi gas di jutaan keluarga Indonesia, membangun Bandara Sultan Hasanudin Makasar dengan tingkat efisiensi anggaran yang tinggi- proses pembangunan cepat dan dilakukan olah ahli dalam negeri, berhasil menangani kekurangan listrik, menjadi Ketua PMI dengan kreativitas donor darah di mall, kantor-kantor dan sebagainya yang sebelumnya tidak terpikirkan pemimpin sebelumnya, dan sebagainya.

Pendek kata, debat Capres tampaknya tidak merubah posisi para pendukung keduanya. Berdebat seperti apapun, pendukungnya tetap pasa posisi mereka. Para pendukung hanya ingin mengatakan, pilihannya tidak salah.

Bagaimana dengan Depat Cawapres? Dampaknya mungkin sama saja, bagi para pendukung fanatik. Yang perlu dicermati, dari segi “ahli naskah pidato” adalah persiapan apa yang mereka lakukan untuk menyajikan opini yang baik buat para pendukungnya, dan sebagian pemirsa yang masih ragu-ragu.

Jusuf Kala (JK) punya segudang pengalaman baik sebagai pengusaha yang terbiasa gerak cepat, maupun sebagai Menteri dan Wapres. Meskipun pengalamannya demikian banyak, sebaiknya JK menyiapkan diri membuat penyajian visi misi yang jelas, yang harus seiring dan seirama dengan Jokowi.

Hatta Rajasa yang mantan Menko Perekonomian, tentunya mempersiapkan diri sebaik-baiknya mengingat lawan debatnya adalah seniornya. Ia harus menyiapkan jawaban atas “pertanyaan nakal” JK, misalnya tentang kebocoran 1.000 triliun yang diungkapkan Prabowo, permasalahan kekurangan energi listrik yang di era JK dapat ditangani dengan cepat. Atau tentang subsidi BBM yang kian membebani APBN. Jika Hatta dapat  menjawab dengan cerdas, publik tentunya akan salut dengan Hatta.

Demikian pun JK, biasanya dalam berkomunikasi ia berbicara terlalu cepat, sehingga cenderung kurang jelas. Kemungkinan karena kebiasaan biacaranya seperti itu, atau karena idenya yang begitu cepat melebihi kemampuan orasinya. Ia perlu memperbaiki cara bicaranya agar lebih mudah ditangkap public.

Hal lain adalah keduanya sebaiknya tidak saling serang. Bertanya dan menyajikan kritik dengan santun tampaknya lebih membuka pikiran pemirsa yang saat ini masih belum menentukan pilihannya.

 

Salam sukses

 

TEKS NASKAH PIDATO SAMBUTAN KETUA UMUM ASOHI PADA SEMINAR NASIONAL

Berikut ini teks naskah sambutan Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) pada pembukaan seminar nasional Feed Additive , Rabu 7 mei 2014. silakan disimak urut-urutan teks naskah pidatonya.

 

Assalamualaikum  ww.

Salam sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat:

Pembicara seminar :

Prof. Dr. Ir. Budi Tangendjaja, M.Sc., M. Appl.

Drh. Agus Susanto, MSi.

Dr. Nasril Surbakti,

 

Moderator seminar : Drh. Abadi Soetisna MSi

Para tamu undangan dan peserta seminar

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Seminar Nasional Feed Additive 2014 dengan tema Potensi Sumber Daya Lokal Untuk Pengembangan Feed Additive di Indonesia.

Bapak Ibu Hadirin yang kami hormati,

Pada Bulan Nopember 2013 yang lalu,  ASOHI menyelenggarakan Seminar Nasional Perunggasan ke-9 yang membahas evaluasi kinerja perunggasan 2013 dan proyeksi 2014. Acara ini telah secara rutin diselenggarakan dan hasil seminar telah menjadi referensi penting bagi kalangan bisnis perunggasan maupun pihak pemerintah. Seminar tersebut menghadirkan para pimpinan organisasi perunggasan dan menghadirkan pembicara tamu dari KADIN yaitu Dr Bambang Sujagad yang menyajikan outlook ekonomi makro Indonesia.

Hari ini kita mengadakan seminar nasional Feed Additive yang temanya sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Kita akan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun depan, sehingga kita perlu meningkatkan daya saing , antara lain menggali potensi sumber daya lokal untuk pengembangan feed additive di Indonesia.

Pembahasan ini bukan sekedar wacana, tapi sudah dikaji oleh Dewan Pakar ASOHI, bahwa potensi sumber daya lokal ini sangat besar jika kita semua serius menanganinya. Saya berharap pembahasan di forum seminar ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk merealisasikannya.

Bapak Ibu Hadirin yang kami hormati,

Hal yang tidak kalah pentingnya pada acara hari ini adalah bahwa acara ini nanti akan didahului dengan peluncuran buku yang berjudul “Feed Additive dan Feed Supplement Compendium”.

Buku ini disusun oleh Prof Budi Tangedjaja dkk yang merupakan Dewan Pakar ASOHI yang selama berbulan-bulan menggali informasi mengenai feed additive dan feed supplement yang beredar di Indonesia.

Buku tersebut menyajikan informasi yang sangat lengkap dan lebih “update” dibanding buku sebelumnya yang berjudul Feed Additive Vademicum.  Informasi dalam buku tersebut meliputi peraturan penggunaan feed additive dan feed supplement, data feed additive dan feed supplement yang beredar di Indonesia, daftar perusahaan feed additive dan feed supplement, informasi mengenai CPOHB dan sebagainya.

Uraian dalam buku ini sangat penting bagi semua stake holder peternakan dan kesehatan hewan, baik perusahaan obat hewan, perusahaan pakan, akademisi dan peneliti, peternak serta pihak pemerintah baik di pusat maupun daerah.

Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada tim penyusun buku. Harapan kami buku ini dapat disempurnakan secara periodik sebagaimana buku Indkes Obat Hewan Indonesia (IOHI).
Demikian sambutan kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada  panitia seminar yang telah bekerja keras sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik.

 

Kami sampaikan terima kasih pula kepada para pembicara dan moderator, serta dukungan dari media bidang peternakan dan kesehatan hewan dan para sponsor seminar.  Kami  berharap, kerjasama ini dapat berlanjut lebih baik di masa yang akan datang.

Selamat mengikuti seminar, semoga seminar ini bermanfaat untuk kemajuan kita semua.

Dengan mengucapkan Bismillahhirohmanirahim, dengan ini Seminar Nasional Feed Additive, kami buka.

Wassalamualaikum wr wb.
Jakarta, 7 Mei 2014
Asosiasi Obat Hewan Indonesia
Ketua Umum,

 
Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA

Pidato Jokowi Untuk Lurah dan Camat

Gubernur Jokowi

Walikota, bupati, 44 camat dan 267 lurah se-Jakarta, Kamis (25/10/2012), dikumpulkan oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi untuk kali pertamanya, di Balai Agung Balai Kota, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu Jokowi, memberikan nasehat tentang pelayanan kepada masyarakat.

Jokowi yang waktu itu belum lama menjadi Gubernur DKI menyampiakan pidato tanpa teks. Berikut pidato tanpa teks Jokowi yang saya kutip dari Solopos:

Saya minta tersenyum semuanya. Jangan tegang. Saya lihat tegang semuanya. Saya tidak akan marah hari ini. Camat dan Lurah adalah partner saya. Rekan kerja saya yang berada di front paling depan yang berhubungan dengan masyarakat. Sehingga saya minta semuanya nanti mempunyai visi, budaya kerja, dan budaya pelayanan yang sama..

Saya tidak ingin bicara banyak. Yang kemarin (sidak-red) saya nggak ada urus. Sudahlah. Tapi ke depan, saya pengin semuanya punya visi yang sama. Jadi jangan takut yang kemarin saya kunjungi jadi nggak nyenyak tidur. Tidurlah yang nyenyak, nggak ada. (Hadirin tertawa kecil-red).

 Saya lihat di kelurahan dan kecamatan (Jokowi memperlihatkan foto-foto hasil kunjungannya dengan Infocus-red) banyak ruangan yang tertutup. Pakai sistem loket sudah 200 tahun ketinggalan. Coba lihat tempat pelayanan di bank. Nggak ada yang pakai loket, semuanya open, terbuka. Jadi kalau memang jam 07.30 sudah buka, mestinya harus sudah siap melayani.

Kemudian ada tempat pelayanan yang campur-campur. Mulailah dibersihkan sehingga menjadi tempat yang nyaman. Kalau ada anggaran tahun sekarang, kita bangun sekarang. Tapi kalau belum, mulailah didesain supaya nanti menjadi tempat yang nyaman.

Saya kemarin nyoba mau buat KTP, saya nunggunya di mana? Hanya ada satu kursi, dua kursi. Kalau ada yang lain, antrenya di mana, apa harus duduk di lantai? Kita ini melayani masyarakat. Mereka itu ibaratnya konsumen. Harus dilayani seperti raja.

Ke depan, tata ruang di kelurahan, kecamatan, walikota, semua wilayah, bupati, semuanya tempat pelayanan itu kayak bank, terbuka. Tempat duduknya yang dilayani justru harus enak. Tolong Pak Lurah, Bu Lurah, Pak Camat dan Bu Camat, beritahu mereka, kalau masyarakat datang, beri ucapan selamat pagi. Kalau siang, selamat siang. Ini melayani.

Jangan yang ada di front depan, sudah tehnya nggak enak, nggak ngucapin salam, merengut. Makanya pasang yang cantik di depan. Ini tempat pelayanan, budaya itu harus diubah. Saya yakin SDM di DKI ini luar biasa bagus. Luar biasa bagus.

Kita punya recource SDM yang baik. Kita cuma ingin mengubah dari pola lama ke pola yang baru. Dan saya yakin semuanya sanggup untuk itu. Gimana sanggup nggak? (hadirin menjawab sangguup!-red). Saya tunggu tanggal mainnya.

Untuk tempat ngantre buatkan sofa yang bagus. Niru bank-lah. Ada gambar tata ruang yang sama, di seluruh kelurahan dan kecamatan sehingga kelihatan bahwa kita sedang berubah sistem pelayanan. Kalau perlu yang di depan pakai pakaian khusus, jas dasi. Kalau perlu beli air conditioner. Orang nunggu 1 jam juga enak. Ini yang harus kita ubah.

Pada hari ini saya ingin menyampaikan ini saja. Saya kira semuanya sudah paham apa yang diinginkan. Jadi jangan kira saya datang ke kelurahan, kecamatan, walikota, hanya hari itu saja. Tidak. Setiap hari saya akan datang ke tempat pelayanan. Baik puskesmas, kelurahan, kecamatan, dan jangan kaget saya bisa datang pagi. Datang sore juga. Jam berapa habis kerja? (Ada yang menjawab jam empat!-red). Jam empat di sana pas akhir.

Saya datang juga tidak mau marah-marah. Hanya dolan saja, main saja. Paling kalau ada yang tidak beres, saya catat. Tapi yang kemarin saya tidak catat. Nggak akan saya tulis apa-apa. Ke depan, mesti saya bawa catatan. Itu rapor. Rapor itu perlu.

Saya dolan ke Pak Lurah, Bu Lurah, senang nggak? (Hadirin menjawab: Senaaang-red)

Saya dolan aja kok.

Sumber: http://www.solopos.com/2012/10/25/inilah-pidato-tanpa-teks-jokowi-buat-para-camat-lurah-dki-jakarta-342171

 

BENARKAH PIDATO BERAPI-API PRABOWO, MEGAWATI, SURYA PALOH CUKUP EFEKTIF MEMPENGARUHI PUBLIK?

Prabowo Subiyanto

Ya, benarkah pidato berapi-api yang dulu dilakukan orator Bung Karno, kini efektif mempengaruhi audiens? Menurut saya, saat ini masyarakat berbeda dengan era tahun 1945an dimana saat itu dibutuhkan pemimpin yang benar-benar mengajak masyarakat bersatu padu untuk mempertahankan kemerdekaan. Musuh utama saat itu adalah penjajah belanda yang berminat kembali merebut Indonesia setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan.
Read more

CONTOH TEKS PIDATO CALEG

Berikut ini contoh Pidato Caleg yang bisa jadi referensi anda.

Bapak, Ibu dan hadirin yang saya hormati dan saya cintai,

Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini saya bisa bersilaturahmi dengan Bapak Ibu semuanya dalam rangka acara diskusi tentang masa depan Kabupaten Gunung Intan.
Saya melihat yang hadir di acara ini adalah tokoh-tokoh penting baik itu pejabat, pimpinan ormas, pimpinan parpol, tokoh pendidikan, LSM, para pemuka agama, tokoh pemuda dan sebagainya.

Mohon maaf saya tidak dapat menyebut satu-per satu, karena semua yang hadir adalah orang penting. Bagi saya, ini suatu peristiwa luar biasa yang mungkin tak akan saya lupakan seumur hidup saya.

Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini. Mari kita tepuk tangan yang meriah untuk ketua panitia Mas Agus Saputro dkk. (tepuk tangan)

Baiklah, mengingat saya diberi waktu yang 20 menit, saya akan menyampaikan inti dari pemikiran saya mengenai masa depan kabupaten Gunung Intan yang kita cintai. Read more

PIDATO CALEG MASA KINI

pidato jokowiMengamati pidato kampanye para caleg, saya melihat saat ini pidato retorika kurang menarik bagi masyarakat. Hal ini karena sebagian masyarakat sudah cukup cerdas mencermati kiprah para caleg. Meskipun sebagian masyarakat cukup pragmatis (minta dikasih sesuatu untuk memilih caleg), namun saya meyakini mereka hanya terpengaruh isu saja. Secara umum masyarakat sejatinya menghendaki caleg yang bersih dan punya kapasitas politik yang baik, yang akan berperan menyalurkan aspirasi masyarakat. Read more

Naskah Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto

Ahli Naskah Pidato – H.M Soeharto adalah Presiden RI yang kedua. Beliau memegang tampuk kepemimpinan setelah era presiden pertama RI, Soekarno. Setelah 32 tahun memimpin Indonesia, H. M. Soeharto dituntut mundur dari pemerintahan oleh kaum reformis pada tahun 1998. Berikut Isi Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto, yang ditulis oleh staf ahli penulis naskah beliau, Bapak Yusril Ihza Mahendra.

 

PERNYATAAN BERHENTI

SEBAGAI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengukuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut, dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanakan secara tertib, damai dan konstitusional demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.

Read more

Naskah Pidato Akhir Tahun Presiden Suharto Pada Tahun 1969

Ahli Naskah Pidato – Akhir tahun biasanya digunakan untuk melakukan evaluasi kinerja setahun yang telah lalu. Begitu pula dengan jalannya roda pemerintahan. Presiden atau kepala negara biasanya akan melakukan pidato akhir tahun dengan membacakan bebrapa laporan terkait kinerja pemerintah. Tak heran jika pidato akhir tahun biasanya membutuhkan waktu pembacaan laporan yang relatif lama. Berikut Isi Pidato Akhir Tahun Presiden Suharto Pada Tahun 1969. 
 
PIDATO ACHIR TAHUN 1969
TANGGAL 31 DESEMBER 1969
 
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah-Air;
 
Beberapa saat lagi tahun 1969 akan kita tinggalkan; dan kita segera melangkah masuk tahun baru, 1970.
 
Kita mengutjap sjukur kehadirat Tuhan Jang Maha Esa, atas segala bimbingan dan lindunganNja sehingga kita semua, Bangsa Indonesia dapat melampaui tahun 1969 ini dengan selamat. Kita terus memohon, agar usaha-usaha kita dalam tahun depan–dan tahun-tahun seterusnja–tetap dilindungi dan diberkahiNja. Read more

Naskah Pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB ke-15 Tahun 1960

Ahli Naskah Pidato – Pada tahun Tahun 1960, Presiden RI pertama, Bung Karno, menyampaikan pandangan-pandangannya di depan Sidang Umum PBB yang diselenggarakan pada 30 September 1960. Dalam pidato pandangannya tersebut, Bung Karno banyak mengkritisi kolonialisme, imperialisme, dan peran PBB. Bahkan dalam pidatonya itu, Bung Karno menyatakan dengan tegas menolak liberalisme dan komunisme. Nah, bagaimana Isi Pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB ke-15 Tahun 1960 tersebut? Berikut isi pidatonya. Read more

Pidato Presiden SBY setelah Diangkat dan Disumpah Menjadi Presiden RI untuk Kedua Kalinya pada Tahun 2009

Assalamualaikum Wr Wb.

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia,

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan, serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,

Yang saya hormati para Ketua, para Wakil Ketua dan anggota lembaga-lembaga negara,

Yang mulia para duta besar serta para pimpinan organisasi internasional, Yang saya hormati para gubernur kepala daerah seluruh Indonesia, Saudara-saudara se-bangsa se-Tanah Air, hadirin sekalian yang saya muliakan,

Hari ini dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, saya dan saudara Prof Dr Boediono baru saja mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengemban amanah rakyat lima tahun mendatang. Read more

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design